Wabup Maria Geong: “Mabar Salah Satu “Gudang” Petani Kopi Arabika”

Ruteng  – Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar), drh. Maria Geong, Ph.D bersama Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH, MH, Wakil Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Vikjen Keuskupan Ruteng, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), Ketua LSM Ayo Indonesia, dan Pengusaha Kopi membacakan serta menandatangani Deklarasi Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai (SIG-KAFM). Pembacaan dan Penanda tanganan tersebut merupakan rangkaian acara Launching SIG-KAFM yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Manggarai, Kamis (31/05).

Wabup Maria Geong kepada humas.manggaraibaratkab.go.id, disela-sela acara Launching menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sangat berkepentingan dalam acara yang bersejarah ini. Karena Manggarai Barat juga merupakan gudang petani Kopi Arabika dan yang sudah diakui adalah Kopi Golo Mory. “Kita (Pemkab Mabar; red), tentu sangat berkepentingan dalam acara yang sangat bersejarah ini. Karena petani Kopi kita sangat banyak, boleh dibilang “gudang”nya petani Kopi,” tandasnya.

Menurut Wabup, dirinya bersama beberapa pimpinan OPD dari Manggarai Barat mengikuti semua rangkaian kegiatan Launching SIG-KAFM ini, sejak kemarin. Hal ini menegaskan bahwa Pemkab  Manggarai Barat, mendukung sepenuhnya petani-petani Kopi di Manggarai Barat. Dan tentu jelasnya, semua kesepakatan atau rekomendasi yang dihasilkan dalam  Launching ini, akan tindak lanjuti dalam RPJMD Manggarai Barat yang saat ini tengah direvisi.

Sementara perwakilan Direktur Jenderal Hak Atas Kekayaan Intelektual (Dirjen HAKI) Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Valentina Stefani, SH.MH, menegaskan adanya SIG-KAFM ini memberikan keuntungan bagi petani Kopi Arabika di Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai TImur. Pasalnya, sertifikat ini merupakan salah satu persyaratan untuk dapat menembus pasar ekspor. Dengan pengakuan ini, maka kopi arabika memiliki peluang untuk diekspor dengan harga yang lebih tinggi dibanding pada umumnya.

Ia menyampaikan proficiat kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur, beserta para petani dan pengusaha kopi. Juga menyampaikan terima kasih karena sudah berjuang hingga akhirnya menerima Sertifikat Indikasi Geografis (IG). “Selamat kepada pemkab Manggarai, pemkab Manggarai Barat dan Pemkab Manggarai Timur atas diterbitkannya sertifikat IG ini. Tentu hal ini juga tidak lepas dari kerja keras para petani dan pengusaha kopi. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih,” ujar Valentina Stefani, SH, MM.

Menurutnya karena kopi yang dikenal dengan sebutan Kopi Tuan ini merupakan komoditas yang menjadi gantungan hidup umum masyarakat Manggarai, maka dengan mendapatkan pengakuan dari Kemen­terian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Re­publik Indonesia melalui penerbitan ser­tifikat Indikasi Geografis (IG) No. ID G 000000065 menjadi sebuah jawaban untuk harapan-harapan para petani dan pengusaha kopi selama ini.

Usai menyampaikan sambutan, Valentina Stefani, SH, MM didaulat untuk memukul gong sebanyak 5 kali sebagai simbol dibukanya acara Launching SIG-KAFM ini secara resmi dihadapan para tamu undangan yang disambut dengan riuh tepuk tangan. Kemudian dilanjutkan dengan minum kopi bersama. Tampak semua yang hadir di lokasi tersebut mengangkat cangkir kopinya sambil meneriakkan “Kopi Manggarai, Nikmat, Harum, Beda Rasanya”.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para pimpinan OPD dari ketiga kabupaten terkait, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manggarai, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia Drs. Nyoto Suwingyo, MM, Kasubdit Pengembangan Produk Lokal Direktorat Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Yasir Nussa, Asisten Administrasi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Propinsi NTT Ir. Alexander Sena, Vikjen Keuskupan Ruteng, Direktur SNV Ismene R.A.C Staplers, Direktur VECO/RIKOLTO Peni Agustijanto, Direktorat Jenderal Merek dan Indikasi Idris, ST. M.Si, Ketua LSM Ayo Indonesia Tarsisius Hurmali, perwakilan Asosiasi Petani Kopi Manggarai (ASNIKOM) Damasus Agas, A.Md., dan para petani kopi di Manggarai Raya yang berjumlah 50 orang. (Asty Ambang/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *