Tim Pansus DPRD Mabar Tinjau RS. Pratama Komodo

Labuan Bajo (04/04), Terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manggarai Barat tahun 2016, Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Manggarai Barat, hari ini Selasa (04/04) melakukan peninjauan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Komodo di Marombok Desa Golo Bilas Kecamatan Komodo. Tim Pansus DPRD yang ditugaskan untuk melakukan kontrol RS Komodo Pratama antara lain, Darius Angkur (Ketua) , Marselinus Jeramun (Anggota) dan Paulina Jenia (Anggota) .

Ketua Tim Pansus, Darius Angkur disela-sela peninjauan RS Pratama Komodo menjelaskan selaku mitra Pemerintah, DPRD bertanggung jawab atas semua pembangunan yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Laporan yang disampaikan Bupati dalam LKPJ tahun 2016, perlu diuji. “Salah satu fungsi yang dimiliki DPRD adalah fungsi kontrol. Karena itu, hari ini kami (DPRD: red) menjalankan fungsi tersebut, ” jelas politisi senior PDIP Manggarai Barat ini.

Dijelaskan Darius Angkur, peninjauan yang dilakukan pihaknya merupakan bukti besarnya perhatian DPRD dalam mengawasi jalannya roda Pemerintahan di Kabupaten Manggarai Barat.

Tim Pansus LKPJ Bupati Manggarai Barat tahun 2016 ini diterima oleh Direktur RS Pratama Komodo, dr. Margareta Juet. Kepada Direktur ketiga Wakil Rakyat ini mengajukan sejumlah pertanyaan terkait alat-alat kesehatan (alkes) yang ada di RS. Karena berbagai Alkes sudah dipasang, pihak DPRD meminta Direktur untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas.

“Kami berharap pelayanan kesehatan di RS Pratama kualitasnya ditingkatkan. Maksimalkan semua peralatan kesehatan yang sudah ada, untuk melayani pasien yang membutuhkan perawatan,” harap mereka.

Selain itu Tim Pansus memberi apresiasi kepada Pemerintah Daerah karena RS. Pratama Komodo sudah beroperasi dan bahkan melayani pasien rawat inap. “Atas nama lembaga, kami memberikan apresiasi kepada Pemda Mabar atas beroperasinya RS ini. Tugas selanjutnya peningkatan status, dari tipe Pratama ke tipe D,” kata Ketua Tim Pansus.

Sementara itu Direktur RS. Pratama Komodo Margareta Juet kepada ketiga Anggota DPRD meminta agar menyampaikan kepada PLN untuk memasang gardu sendiri untuk RS. “Kami masih kendala ketersediaan arus listrik. Idealnya RS harus memiliki Gardu tersendiri sehingga pelayanan tidak terganggu,” jelas Margaret. (Timo Purnama/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *