Tampil Sebagai Inspektur Upacara, Wabub Maria Geong Kenakan Pakaian Adat

Lembor Selatan – Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong, Ph.D memimpin upacara HUT Kemerdekaan RI ke – 74 di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Nandong Desa Watu Waja Kecamatan Lembor Selatan, Sabtu (17/8/).

Ada hal yang menarik, Wakil Bupati Maria Geong mengenakan pakaian adat khas Etnik Manggarai, diantaranya  Balibelo, Baju berwarna putih lengan panjang, Selendang, Lipa/Towe (sarung) Songke warna hitam lengkap dengan Mbere (Tas lokal).

Tidak hanya Wabup Maria, semua peserta, panitia dan undangan lainnya juga mengenakan pakaian yang sama seperti DPRD Darius Angkur, A.Md., Tokoh Adat setempat, Siswa/Siswi SDN Nandong serta masyarakat setempat.

Wakil Bupati Mia Geong mengatakan, melaksanakan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi dengan menggunakan pakaian adat lengkap adalah yang pertama dilakukan. Apalagi, semua pihak yang terlibat juga menggunakan kostum yang sama. “Sungguh merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan,” paparnya.

Menurut Wabup, walau jauh dari pusat kota, sebagai warga yang baik kita wajib melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI yang diperjuangkan dengan darah dan korban nyawa. Jasa-jasa para pejuang yang telah merebut Kemerdekaan dari tangan penjajah harus kita hormati. “Seperti pesan Bung Karno, Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang menghormati jasa pahlawannya,” kutip Wabup Maria.

Dalam Upacara tersebut, Wabup Maria mengenakan Motif Songke hasil kerajinan Ibu-ibu di Watu Waja. Dia menilai kerajinan tersebut menggambarkan totalitas dalam keterbatasan dan rasa cinta warisan leluhur. “Saya mengapresiasi hasil tenunan ibu-ibu setempat. Mari kita lestarikan warisan leluhur ini dengan baik, dan pada saat yang sama kita terus terus bekerjasama membangun daerah dengan berbagai karya nyata,” pintanya.

Kepada masyarakat Desa Watu Waja Wabup mengajak agar menjemput setiap peluang yang ada. Apalagi Desa Watu Waja merupakan jalur yang di lalui Wisatawan menuju Obyek Wisata Wae Rebo.

Usai menggelar upacara, Wakil Bupati membagikan telur rebus (ayam kampung) kepada segenap peserta upacara. Menurutnya, pembagian telur tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kegiatan peningkatan sadar gizi, mencegah stunting, juga memotivasi warga untuk terus berupaya meningkatkan gizi dan ekonomi keluarga. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *