Menko Luhut Pandjaitan: Semua Negara Jadikan Sampah Sebagai Musuh Bersama

Pulau Mesa – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan sampah adalah ‘musuh’  paling berbahaya yang sudah menjadi sorotan dunia internasioanal. Karena itu tidak ada cara lain selain berperang melawan sampah. Pastikan laut kita bebas dari sampah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Luhut Pandjaitan kepada warga Pulau Mesa Desa Pasir Putih Kecamatan Komodo, di Pulau Mesa, Rabu (21/03). “Sampah telah menjadi musuh bersama oleh semua Negara kerana sangat berbahaya. Terlebih sampah plastik yang sudah mulai banyak mencemari laut. Sampah-sampah plastik itu kemudian dimakan oleh ikan dan ikan yang memakan sampah plastic tersebut dengan sendirinya tercemar dan mengadung racun,” kata Menko Luhut.

Dikatakannya, apabila ikan yang sudah mengandung racun itu dikonsumsi oleh seorang Ibu yang sedang mengandung/hamil, maka anak yang akan dilahirkan akan menjadi kerdil. Permasalahan sampah yang ada di laut dari hari ke hari semakin tak terbendung. Volume sampah yang ada di laut, seiring berjalannya waktu, juga terus meningkat dengan cepat. Kondisi itu, menjadikan laut Indonesia sebagai kawasan perairan yang rawan dan menghadapi persoalan sangat serius.

Lebih jauh pria berdarah Batak yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan RI mengungkapkan, jika sampah plastik di laut tidak dicegah produksinya, maka itu akan mengancam keberadaan biota laut yang jumlahnya sangat banyak dan beragam. Tak hanya itu, sampah plastik bersama mikro plastik yang ada di laut juga bisa mengancam kawasan pesisir yang memang sangat rentan.

Dengan ancaman yang terus meningkat, Jenderal TNI (HOR) menyebut, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Indonesia untuk bisa mengurangi dan menurunkan produksi sampah plastik di laut. Upaya yang dilakukan, melalui penanganan yang terintegrasi, baik dari tataran kebijakan hingga pengawasan implementasi kebijakan penanganan sampah plastik, khususnya sampah plastik laut.

“Saya tentu sangat berkepentingan menyampaikan hal ini untuk menjadi perhatian kita bersama, tidak saja Pemerintah tetapi juga masyarakat. Saya sudah melihat bahwa sampah di Labuan Bajo, baik di darat maupun di laut, saat ini masih menjadi masalah. Sampah-sampah tersebut sangat berdampak pada pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo dimana Pulau Komodo saat ini sebagai ikon pariwisata dunia,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, pencemaran yang terjadi di Labuan Bajo sebagian besar disebabkan oleh prilaku yang kurang peduli dengan membuang sampah dan limbah tidak pada tempatnya. Bahkan, ada fenomena menganggap laut sebagai keranjang sampah sehingga menyebabkan beban pencemaran di perairan Labuan Bajo ini. Ini akan meninggalkan kesan yang buruk bagi para wisatawan yang berkunjung.

“Saya mengajak semua masyarakat yang hadir untuk mengatasi masalah sampah secara bersama-sama, khususnya sampah plastik di laut. Sampah plastik laut merupakan bencana yang mengancam kita secara perlahan-lahan,” ujarnya menambahkan.

Sedana dengan Menko, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Tuty  Hendrawati Mintarsih menambahkan pentingnya menyikapi masalah sampah. “Sampah mesti diperangi, sampah mesti dikelola. Stop buang sampah disembarangan, mari kita Rubah Sampah menjadi uang,” tegasnya.

Sebagai bukti komitmen, Tuty Hendrawati yang mengaku diutus Menteri LHK RI, Siti Nurbaya untuk mendampingi Menko Bidang Kemaritiman dalam Kunker ini menjelaskan pihak kementerian LHK akan menyumbang Kapal Pengangkut dan Pengolah sampah. “Kementerian LHK akan menyumbang kapal pengangkut dan pengolah sampah. Jadi Sampah dari Bapa/Ibu jangan dibuang ke laut,  tetapi dikumpulkan dan nanti akan diangkut dan diolah oleh kapal yang kami berikan,” ungkap Tuty yang disambut tepuk tangah masyarakat yang hadir saat itu.

Hal lain yang disampaikan Menko Luhut adalah masalah Listrik dan Air Bersih dimana kedua hal ini menjadi masalah pokok di Pulau Mesa. “Bapak/Ibu tidak usah kwatir, tahun ini Pulau Mesa, memperoleh bantuan Listrik dan Air bersih” ungkup menko luhut yang disambut tepuk tangan dari masyakat yang hadir saat itu.

Menko Luhut Pandjaitan meninjau peralatan penyulingan air laut yang sudah lama tidak beroperasi. Dia meminta agar peralatan penyulingan air laut yang ada dievaluasi. Untuk memastikan apakah perangkat tersebut harus diperbaiki atau buat yang baru. “Saya minta keberadaan peralatan penyulingan air laut ini perlu dievaluasi,” pintanya seraya pamit meninggalkan warga Pulau Mesa, karena harus meninjau RSUD Komodo di Marombok Desa Golo Bilas. (Chrystian Candra/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *