Kartika Affandi Kirim Patung Komodo ke Pemkab Mabar

Labuan Bajo (04/01) Kartika Affandi (83 tahun) putri maestro pelukis Indonesia Affandi mengirimkan patung Komodo ke Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Patung Komodo yang dibuat sendiri oleh Kartika Affandi ini diantar oleh tiga orang asing, antara lain Ulrike Herbig dan Ulrich Pont (keduanya dari Technische Universität Wien; Polytechnisches Institut, Imperial and Royal Polytechnic Institute) dan Eleonora dari Chiaravalle Centrale Republica of Italiana dan diterima oleh Bupati, Drs. Agustinus Ch. Dula bersama Wakil Bupati, drh. Maria Geong, Ph.D.

Seperti disaksikan humas.manggaraibaratkab.go.id., ketiga perwakilan yang diutus Kartika Affandi tersebut didampingi, Marta Muslin dari Indonesia Waste Platform menemui Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat di ruang kerja Bupati, pukul 08.00 Wita, Kamis (04/01).  “Saya Ulrieke, Ulrich dan Eleonora. Kami diutus oleh Kartika Affandi penerus Musesum Affandi, yang merupakan salah satu maestro pelukis Indonesia untuk membawa patung komodo ini,” kata Ulrike Herbig memperkenal diri, sambil menyerahkan patung komodo kepada Bupati Manggarai Barat, seperti diterjemahkan Marta Muslin.

Dijelaskannya Ulrieke, patung komodo ini dibuat sendiri oleh Kartika Affandi. Dia sangat tertarik dengan binatang Komodo yang kini sudah mendunia dan merupakan icon pariwisata Indonesia. Kali ini dia mengirimkan sebuah patung dari sebagian tubuh komodo yakni kepala, tetapi suatu waktu dia berkeingian untuk membuat patung komodo yang utuh. “Kartika Affandi sangat senang dengan Komodo, hingga dia membuat sebuah patung, kendati hanya kepalanya saja. Rencananya dia akan membuat patung komodo utuh,” jelasnya.

Sementara itu kepada Ulrike dan kawan-kawan, Bupati Gusti Dula menyampaikan rasa gembira dan terima kasih karena dikirimi patung komodo oleh salah satu pelukis ternama yang dimiliki bangsa Indonesia. Apalagi Affandi dan juga anaknya Kartika Affandi merupakan pelukis dunia pemilik Museum Affandi yang terkenal. “Sebagai Bupati di daerah ini, saya menyampaikan terima kasih karena mendapat kiriman dari pelukis terkenal Indonesia. Ini semacam hadiah tahun baru 2018, dan tidak main-main hadiah dari pelukis terkenal. Kami sangat senang dan gembira dengan kiriman ini,” katanya.

Selanjutnya Bupati Gusti meminta, agar ungkapan kegembiraan ini juga disampaikan kepada Ibu Kartika  Affandi. “Mrs. Ulrike dan kawan-kawan, tolong sampaikan kepada Ibu Kartika Affandi, kami sangat senang dan gembira menerima kiriman patung komodo ini. Kami berharap suatu waktu, tidak hanya kepalanya saja yang dibuat, tetapi patung komodo yang utuh,” pintanya.

Terhadap permintaan tersebut, baik Ulrieke, Ulrich dan Eleonora berjanji akan menyampaikan langsung kepada Ibu Kartika Affandi. “Baik-baik, kami akan sampaikan kepada Ibu Kartika Affandi, sekembalinya kami dari Labuan Bajo,” kata ketiganya, (Ulrieke, Ulrich dan Eleonora), seraya menambahkan sekitar bulan April 2018 nanti mereka akan menggelar workshop tentang Komodo di salah satu UIniversitas terkemuka di Eropa.

Untuk diketahui berdasarkan data yang dipublish di https://id.wikipedia.org/ Kartika Affandi adalah adalah pemilik dan penerus Museum Affandi yang merupakan salah satu museum seni di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Museum yang berada di tepi Sungai Gajah Wong ini menyimpan berbagai macam lukisan karya Affandi.

Selain itu, museum ini juga menyimpan banyak benda peninggalan Affandi lainnya seperti mobil, sepeda onthel dan masih banyak lagi. Museum Affandi terletak di Jalan Laksda Adisucipto nomor 167 dan menempati lahan seluas 3.500 m2 yang terdiri atas bangunan museum yang terdiri dari empat galeri beserta bangunan pelengkap seperti tempat pembelian tiket, dua studio, dan bangunan rumah tempat tinggal pelukis Affandi dan keluarganya. Selain 300 karya lukisan Affandi sendiri, dalam museum ini juga tersimpan lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, dan Hendra Gunawa.

Sedangkan Indonesian Waste Platform itu sebuah Platform yang me-link-kan semua initiatives pengelolaan sampah padat di Indonesia, lebih khusus pada destinasi wisata yang baru berkembang, salah satunya di Kabupaten Manggarai Barat. Dan di Manggarai Barat Indonesian Waste Platform sudah menunjukan dan melakukan usaha pengelolaan sampah padat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *