Bupati Manggarai Barat: Ternak Sapi Topang Kehidupan Ekonomi Rakyat

Indrong-Sano Nggoang – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengapresiasi Kontes Ternak Sapi yang sudah tiga tahun berturut-turut dilaksanakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Manggarai Barat. Pasalnya, Kontes yang diikuti 36 Sapi (jantan dan betina) peternak dari 12 (duabelas) Kecamatan se-Kabupaten Manggarai Barat ini merupakan upaya membangun Sub Sector Peternakan dan bentuk apresiasi bagi masyarakat khususnya peternak sapi.

“Kita berterima kasih karena ada sebagian masyarakat sudah merasakan betapa memelihara sapi dapat menopang kehidupan ekonomi rakyat. Kendati demikian saya berharap peristiwa hari ini tidak hanya menjadi kontes biasa yang bertujuan untuk semata-mata mendapatkan piala dan uang bagi para peserta, tapi bahwasanya sub sektor peternakan sangat penting, khususnya untuk menunjang sector pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat yang terus berkembang dari waktu ke waktu,” kata Bupati dalam sambutannya usai menyaksikan kontes Sapi di Indrong Kecamatan Sano Nggoang hari ini, Kamis (20/6) siang.

Menurut Bupati Gusti, peranan sub sektor peternakan sangat penting karena serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sapi adalah penghasil 3 (tiga) emas yang tidak ternilai harganya. ”Yang pertama, Emas Merah berupa daging, kedua Emas Putih berupa susu yang mengandung banyak protein, berguna bagi tubuh dan ketiga, Emas Hitam berupa kotoran yang berguna untuk pupuk dan bahan energi Bio-Gas sehingga mengurangi pencemaran lingkungan dan sebagai energi alternatif,” jelasnya.

Disisi lain, Sub Sektor Peternakan juga terbukti memiliki ketangguhan dalam menghadapi situasi krisis. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa peternakan sangat menjanjikan untuk dikembangkan dimasa yang akan datang serta dapat  menjadi potensi sebagai sumber pertumbuhan dalam pembangunan pertanian, bahkan menjadi sektor tersendiri yang sejajar dengan sektor-sektor yang lain.

Dijelaskannya, pembangunan peternakan merupakan bagian integral pembangunan pertanian. Oleh karena itu usaha peternakan harus berkelanjutan melalui peningkatan usaha diversivikasi, itensifikasi dan ekstensifikasi ternak yang didukung oleh pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

”Pesan khususnya  saya sampaikan kepada petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk bekerja keras, bekerja tuntas, bekerja cerdas serta bekerja ikhlas agar target tersebut dapat terwujud sehingga pada akhirnya produksi dan produktivitas ternak serta pendapatan peternak meningkat sebagai salah satu program Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Manggarai Barat yang Ramah, Maju dan Sejahtera,” tandasnya.

Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat bertekad menjadikan ternak sapi sebagai produk yang menjadi sandaran utama petani setelah produk pertanian dan perkebunan lainnya. Tekad ini sudah dituangkan dalam program strategis yakni program peningkatan produksi peternakan melalui kegiatan pengembangan ternak dengan memberikan bantuan ternak kepada masyarakat petani peternak berbasis kelompok. Program ini juga dalam rangka mendukung  propinsi NTT sebagai gudang terna”.

”Saya menyadari bahwa upaya menjadikan ternak sapi menjadi produk andalan guna meningkatkan pendapatan masyarakat petani peternak di Kabupaten Manggarai Barat bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, saya minta agar semua pihak merajut kerjasama yang sinergis antara instansi teknis terkait dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sehingga pada akhirnya harapan kita untuk mengandalkan ternak sapi dan kerbau menjadi sumber pendapatan petani peternak menjadi kenyataan,” katanya.

Diakhir sambutan Bupati menambahkan bahwa keberhasilan seorang peternak tidak datang dengan tiba-tiba melainkan hasil dari kerja keras selama bertahun-tahun. Dan bagi pemenang kontes ternak sapi, dirinya menyampaikan ucapan selamat.

”Bagi yang menang saya ucapkan selamat dan proficiat semoga menang juga pada kontes tingkat Propinsi yang akan dilaksankan di kabupaten Kupang. Sedangkan yang belum menang, saya harapkan jangan kecewa tetapi tetaplah berusaha untuk menjadi peternak yang sukses. Jangan jadi peternak sapi yang tidak sukses bahkan peternak sapi yang menjadi pencipta konflik, seperti sapi berkeliaran di Kota Labuan Bajo,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *