Bupati Mabar: Sektor Pariwisata sudah Menjadi Primadona dan Lokomotif Kehidupan Masyarakat

Labuan Bajo (12/12); Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula mengatakan potensi-potensi lain yang ada di Kabupaten Manggarai Barat seperti potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan sungguh-sungguh merupakan sektor yang sangat dibanggakan sebagai penyangga sektor pariwisata yang saat ini sedang berkembang. Apalagi saat ini sektor pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat sudah Menjadi primadona dan lokomotif kehidupan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula saat melakukan Rapat Penguatan Kelembagaan Organisasi Perangkat Daerah khsusunya Kecamatan dengan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI Drs. Eko Subowo, di ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Selasa (12/12).

“Manggarai Barat memiliki potensi-potensi yang mampu menunjang sector Pariwisata. Potensi-potensi tersebut antara lain potensi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan,” ungkapnya.

Namun demikian memurut Bupati, semua potensi-potensi lain tersebut belum dimaksimalkan sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Manggarai Barat. Untuk memaksimalkannya, diperlukan perhatian Pemerintah Pusat terutama dalam penetapan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Potensi-potensi lain yang dimiliki Kabupaten Manggarai Barat belum sepenuhnya dioptimalkan. Saya mohon perhatian Pemerintah Pusat dalam penetapan DAK untuk mendukung infrastruktur yang berhubungan dengan ditetapkannya Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata oleh pemerintah pusat.”ujarnya.

Menurut Bupati, perhatian Pemerintah Pusat terutama dalam kaitan Dana Alokasi Khusus sangatlah penting. Dengan dana tersebut, bisa dimanfaatkan untuk menunjang pembangunan di wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara itu, pada tempat yang sama Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI Drs. Eko Subowo,MBA,  menjelaskankan secara rinci tugas pokok dan fungsi dari Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan. Menurut dia, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan administrasi kewilayahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Dalam melaksanakan tugas, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan menyelenggarakan sedikitnya 8 (delapan) fungsi. Satu diantaranya adalah pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bidang pembinaan umum pelaksanaan tugas gubernur sebagai wakil pemerintah, penamaan rupa bumi dan data wilayah, penetapan perbatasan antar daerah dan perbatasan negara, kerjasama daerah, fasilitasi perselisihan pemerintahan, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, fasilitasi kecamatan, fasilitasi penyelesaian sengketa pertanahan, manajemen bencana dan kebakaran, dan pelaksanaan tugas tampung tantra.

“Ini salah satu fungsi yang harus dilaksanakan oleh Ditjen Bina Adminsitrasi Kewilayahan. Karena itu, besok saya dan rombongan menuju Kupang untuk selanjutnya  dilaksanakan rapat koordinasi lanjutan dengan para Camat se-NTT, sehingga para Camat memahami dengan baik hal-hal yang menjadi urusan Camat,” jelas Eko sambil menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat atas penerimaan yang sangat ramah.

Namun demikian Eko berjanji, masukan, usulan dan harapan yang disampaikan oleh Bupati Manggarai Barat akan disampaikan kepada menteri Dalam Negeri dan Direktorat terkait yang ada di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta. “Pak Bupati, semua usulan, masukan dan harapan akan kami sampaikan kepada Menteri dan Direktorat terkait,” jelasnya.

Turut hadir dalam Tatap muka tersebut, Wakil Bupati Manggarai Barat, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda Kabupaten Manggarai Barat, sejumlah para pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, para Camat se-Kabupaten Manggarai Barat dan lurah se-kecamatan komodo. Pada bagian akhir kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan cendera mata dari pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan juga dari Kementerian Dalam Negeri oleh Bupati Manggarai Barat dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI. (Agustinus Hodaling/Asty Nimat/**).

One Response to Bupati Mabar: Sektor Pariwisata sudah Menjadi Primadona dan Lokomotif Kehidupan Masyarakat

  1. Alfonsius Arfon berkata:

    Pertemuan yang sangat strategis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *