Bupati Gusti Hadiri Peringatan Hari Kontrasepsi se-dunia di Desa Batu Cermin

Labuan Bajo – Dalam rangka memperingati hari Kontrasepsi sedunia 2019, Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Manggarai Barat mengadakan temu kader akseptor KB, PLKB. Temu kader yang dibuka dan dihadiri oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula  ini dilaksanakan di Poskesdes Batu Cermin, Desa Batu Cermin-Komodo, Senin (26/08).

Dalam arahan pembuka Bupati Mabar mengatakan Kontrasepsi bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Untuk itu bangun komitmen bahwa dengan kontrasepsi akan tercipta keluarga yang didambakan. “Mari kita amalkan betul-betul apa yang harus kita buat dalam rangka menyukseskan hari Kontrasepsi,” ajaknya.

Menurut Bupati, ajakan itu bukan tanpa alasan. Fakta menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di NTT dan Kabupaten Manggarai Barat khususnya masih tergolong tinggi. “Ada korelasi antara jumlah penduduk yang tinggi dengan penghasilan dan jumlah keluarga. Sehingga salah satu upaya pemerintah untuk mengatur jarak kelahiran yakni mengikuti program KB. Kesadaran masyarakat untuk ber-KB dari tahun ke tahun mengalami peningkatan,” katanya

Sebagai gambaran demikian Bupati dua periode ini, bahwa dari angka prosentase KB aktif terus mengalami peningkatan dari 52% hingga 62%. Untuk Pasangan Usia Subur (PUS) sampai Juli 2019, sebanyak 40.314 pasangan. Peserta KB aktif 28.392. Denggan demikian sampai dengan Juli 2019 mencapai 70,43%.

Namun demikian, dari jumlah peserta KB aktif tersebut minat Akseptor untuk memilih metode kontrasepsi jangka panjang dinilai masih sangat minim, yakni Inplan 4.056 orang, Ayudi 3.282 pasanganya, MOW 1283. Dan mayoritas aseptor memilih metode jangka pendek yaitu suntik sebanyak 14.251 keluarga. “Kepada Akseptor yang hadir ini saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga akan kesetiaannya dalam menjalankan tugas besar ini” ungkapnya.

Melalui peringatan hari kontrasepsi tahun ini diharapkan kita semua untuk mengambil peran, mempengaruhi masyarakat khususnya PUS agar lebih mengutamakan metode kontrasepsi jangka panjang yang dinilai sangat efektif. Kepada petugas PLKB saya minta untuk menjauhkan diri dari segala hal-hal negatif, namun curahkan perhatian bagi masyarakat khususnya PUS,” pintanya.

Selain itu masyarakat harus diberi pemahaman dengan memberikan konseling serta advokasi yang efektif dengan muatan dan pesan yang mudah dipahami. Salah satu peran penting petugas lapangan/PLKB yakni, bagaimana PUS berlomba-lomba mendaftarkan diri menjadi wajib peserta KB.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan yakni penyebaran tenaga lapangan. Dengan penyebaran tenaga penyuluh yang ada disetiap desa ditambah dengan sarana/prasarana yang ada, maka seharusnya tidak ada lagi hambatan dalam melakukan penyuluhan program KB.

Kepala Dinas P2KBP3A Melkior Nudin SE mengatakan melalui program KB akan memutuskan mata rantai siklus kesenjangan aspek kemiskinan maupun pendidikan. Keberhasilan pencapaian KB sangat ditentukan keikutsertaan masyarakat terutama PUS dalam ber KB. Dan tolak ukur capaian tersebut yakni keikutertaan jumlah peserta KB aktif.

Menurut Melki, komitmen dari peserta KB aktif perlu dikawal agar tidak menyebabkan peningkatan angka putus pakai. Sebab peserta KB ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap program keluarga kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga” katanya. “Saya berharap peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini dijadikan moment memberikan pelayanan yang berkualitas bagi PUS yang berminat mengikuti KB,” ujarnya.

Untuk diketahui, rangkaian kegiatan pada peringatan Hari Kontrasepsi, juga diwarnai dengan pelayanan KB secara serentak di 12 kecamatan.

Usai kegiatan Bupati dan sejumlah undangan menyaksikan secara langsung pelayanan test kesehatan secara gratis bagi PUS yang yang hadir pada kegiatan itu.

Hadir pada peringatan tersebut pimpinan OPD, pimpinan Instansi Vertikal, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten, Ketua DWP, Camat Komodo, Kepala Desa/Lurah, Kepala Puskesmas/ Puskesmas Pembantu dan Ketua Ikatan Bidan Kabupaten Manggarai Barat dan peserta Akseptor. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *