Bupati Gusti Hadiri Konsultasi Publik I RRTR Sekitar Kawasan BOP Labuan Bajo-Flores.

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, menghadiri kegiatan Konsultasi Publik I Tentang Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR) di sekitar Kawasan Otoritatif Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo-Flores di LA Prima Hotel Labuan Bajo, Kamis (21/08). Konsultasi Publik tersebut diselenggarakan Direktorat Penataan Kawasan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI.

Peserta yang hadir pada konsultasi publik I, Asisten Deputi Jasa Kemaritiman, Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Kemenkomaritim, Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementrian PUPR. Direktur Kepelabuhan, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Kabag Program Setditjen TR, Kementerian ATR/BPN, Sekda Manggarai Barat Rofinus Mbon, Kadis Kelautan dan perikanan Provinsi NTT, Pimpinan OPD lingkup Pemerintahan Manggarai Barat, Dirut BOPLF, PT. Pertamina Regional V Surabaya, Camat Komodo, Camat Boleng, BUMN, BUMD, WWF, Burung Indonesia, PLTMG MPP Flores – Rangko dan Penggiat Pariwisata.

Kegiatan diawali dengan sambutan Bupati Manggarai Barat. Dalam sambutannya Bupati Gusti mengatakan Presiden RI Ir. Joko Widodo telah menetap Labuan Bajo sebagai satu dari empat Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Dengan demikian Labuan Bajo menjadi Primadona baru lokasi investasi dibidang Pariwisata baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

Dengan pesatnya investasi dibidang Pariwisata tersebut, maka diperlukan regulasi terkait penataan ruang, sehingga investasi berjalan sesuai dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, Pariwisata yang integratif dan beekearifan lokal. “Karena itu, saya menilai kegiatan ini bukan lahir begitu saja, tetapi sudah melalui berbagai tahapan seleksi yang begitu ketat, sehingga Labuan Bajo ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional yang perlu dibantu penyusunan RRTR,” katanya.

Menurut Bupati dua periode ini, dengan disusunnya RRTR pada kawasan sekitar BOP ini diharapkan dapat menjawab kepastian perizinan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan iklim investasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitarnya dengan tetap tetap memastikan lingkungan yang berkelanjutan sebagai salah satu tujuan penataan ruang.

Sedana dengan Bupati, Asisten deputi bidang Kepariwisataan, Riset dan Teknologi dan Lingkungan Maritim, Deputi Bidang Kemaritiman, Sekretariat Kabinet M. Arief Khumaidi menjelaskan bahwa dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi mengemukakan bahwa pariwisata adalah sektor yang cepat mendatangkan devisa, cepat meningkatkan kesejahteraan, dan menyerap lapangan kerja serta menyentuh langsung kemasyarakat. Karena perhatian terhadap sector pariwisata sangat penting dilakukan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *