Bupati Gusti Dula: Sakramen Imamat, Sekali Seumur Hidup

Bupati Sambutan

Labuan Bajo-Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengatakan Sakramen Imamat yang diterima oleh Pater Yohanes Boli Tukan, OFM., dan Pater Wendelinus Sowe Teluma, SVD, dilakukan sekali seumur hidup. Dengan sakramen ini maka keduanya (Pater Jhon dan Berly; red) diangkat untuk mengabdikan hidupnya sebagai citra Kristus. Dan sebagai pemimpin di daerah ini, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya atas panggilan menjadi seorang misionaris.

“Imamat ini adalah satu pelayanan. Adapun tugas yang oleh Tuhan diserahkan kepada para gembala umat-Nya itu, sungguh-sungguh merupakan pengabdian. Sakramen yang telah mereka terima terjadi sekali seumur hidup,” demikian Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, saat memberikan sambutan dalam acara Syukuran Thabisan Pater Jhon, OFM. dan Pater Berly, di Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa-Wae Kesambi, Sabtu (02/12).

Menurut Bupati Gusti Dula, peristawa thabisan merupakan peristiwa luhur, agung dan mulia karena hanya dialami oleh orang-orang pilihan. Kedua Imam baru harus senantiasa berbahagia dalam panggilan Imamat Suci yang Tuhan anugerahkan. “Jadilah Imam (misionaris) yang bersukacita, melayani umat Allah dalam bentuk pelayanan apapun dan dimana pun diutus,” katanya.

Dalam implementasi pelaksanaan tugas perutusan, Pater Jhon dan Pater Berly hendaknya tidak membeda-bedakan antara umat yang satu dengan lain. Artinya, umat yang dicari itu, baik yang tidak puas atau tidak senang dengan pelayanan seorang gembala tidak boleh dijauhkan.

Disini jelas Bupati Gusti Dula peran besar seorang gembala. Gembala harus mempunyai hati dan niat yang baik, dalam mencari dan mengajak domba yang hilang atau tersesat, dan menderita agar kembali bergabung dengan Gereja”, katanya.

Diakhirnya sambutannya, Bupati Gusti Dula sempat mengomentari motto kedua Imam. Dijelaskan, motto kedua Imam memilki hubungan yang sangat erat. “Saya melihat motto thabisan dari Pater Jhon dan Pater Berly, ada hubungan yang sangat erat. Motto dari Pater Jhon, Aku Mengasihi Engkau dengan Kasih yang Kekal, sedangkan Pater Berly, Ia Berbicara dengan kita di tengah Jalan. Jika dicermati lebih dalam makna kedua motto ini sangat dalam, terutama sebagai dasar dalam menjalankan tugas Pastoral baik di Jakarta maupun di Brasil,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pater Yohanes Boli Tukan, OFM, merupakan putra pertama dari pasangan Felix Beda Tukan dan Ermelinda Suryani. Dia dithabiskan menjadi Imam, Sabtu 25 November 2017 di Gereka Paroki Hati Kudus Kramat Jakarta Pusat. Sedangkan  Pater Wendelinus Sowe Teluma, SVD anak dari Ben Nabu Teluma. Dithabiskan menjadi Imam  tgl 16 Oktober 2017 di Kapel Agung Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *