Bupati Gusti Dula Lakukan Panen Simbolis Sorgum di Poco Koe-Lembor

Poco Koe, Lembor – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si., Lembaga pendamping perwakilan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Camat Lembor Pius Baut, SE., hari ini (Sabtu, 24/03) melakukan Panen  Simbolis Sorgum di Poco Koe Desa Ngancar Kecamatan Lembor. Sorgum tersebut ditanam oleh para petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Lembor (APEL).

Rombongan berangkat dari rumah jabatan Bupati Manggarai Barat, pukul 07.45 Wita dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 Wita. Di lokasi rombongan diterima oleh masyarakat yang sejak pukul 09.00 Wita sudah berada di lokasi penjemputan. Seperti biasa, rombongan diterima secara adat sesuai adat setempat.

Bupati Gusti Dula dalam sambutan sebelum panen simbolis menjelaskan Sorgum memiliki banyak manfaat karena memiliki kandungan karbohidrat. Dan dahulu, Sorgum yang dalam bahasa Manggarai-nya Mesak/mahak merupakan sumber karbohidrat utama warga Manggarai, namun beberapa tahun terakhir kondisinya nyaris punah.

Dengan melihat Sorgum yang ada di Poco Koe ini, ke depan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan kita bertekad untuk merevitalisasi sorgum sebagai sumber ketahanan dan kemandirian pangan lokal. “Dahulu, sorgum merupakan sumber karbohidrat utama warga Manggarai, namun beberapa tahun terakhir kondisinya nyaris punah,” katanya.

“Yang pasti, kita (Pemkab Mabar; red) akan memberikan perhatian khusus bagi pengembangan sorgum baik di Kecamatan Lembor maupun di kecamatan lainnya. Hal ini sebagai upaya mengembalikan sorgum sebagai makanan pokok sekaligus sumber ketahanan pangan lokal. Dan Ini bisa jadi sebuah gerakan revolusi. Sorgum di Poco Koe ini sebagai barometer dimana, kita melihat sendiri hasil panen sorgum di lapangan. Dan atas keberhasilan APEL di Poco Koe ini, saya resmikan Desa Ngancar ini sebagai desa sorgum,” ,” tandasnya yang disambut tepuk tangan meriah anggota APEL.

Sementara Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada APEL yang telah menanam Sorgum dan hasilnya sangat memuaskan. “Sebagai Kapolres di wilayah Manggarai Barat, saya menyampaikan apresiasi kepada para petani yang tergabung dalam Aliansi Petani Lembor dengan tanaman Sorgum ini. Mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh APEL akan diikuti petani lainnya di Manggarai Barat,” jelasnya.

Pihak Kepolisian jelas Kapolres Julisa Kusumowardono, akan siap membantu petani manakala dibutuhkan, kapan saja. Hal tersebut akan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas yang ada di setiap Kecamatan. Kegiatan Bhabinkamtibmas tidak memiliki batas, apapun bentuk kegiatan warganya maka dipastikan seorang Bhabinkamtibmas akan selalu hadir ditengahnya.

Dikatakannya, Bhabinkamtibmas merupakan tugas yang kelihatan sangat sederhana akan tetapi sangat mulia, dan bagi Kepolisian sendiri merupakan salah satu cara pantauan dini, khususnya di desa. Tujuannya agar bisa mencegah terjadinya tindakan yang mengganggu keamanan serta ketertiban baik yang bersekala kecil ataupun besar. Tanpa disadari ini juga merupakan salah satu cara untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat tentang kamtibmas.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Manggarai Barat, Anggalinus Apul menjelaskan menanam Sorgum ini sebagai upaya menjaga ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional dan daerah. Pengembangan pangan lokal seperti sorgum ini akan terus digalakan di Kabupaten Manggarai Barat terutama yang mempunyai banyak lahan kering. Karena tanaman Sorgum sangat cocok untuk dibudidaya pada lahan tersebut.

Dan pada tahun 2019 mendatang Dinas akan memprogramkan pengembangan sorgum seluas 50 hektar. “Kami (Dinas Pertanian; red) akan memprogramkan pengembangan Sorgum pada tahun 2019. Jika sekarang 10 ha lebih, tahun depan kita programkan 50 ha,” jelasnya seraya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu petani di Poco Koe Desa Ngancar dalam pengembangan tanaman Sorgum terutama pihak Yayasan KEHATI, PT HINO Motor Indonesia, Yayasan Sun Spirit, dan Komisi PSE Keuskupan Ruteng. (Tim/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *