Bupati dan Kejari Manggarai Barat, Inspeksi Pasokan Air PDAM di Bandara Komodo, Wisata Kuliner dan Syahbandar

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat hari ini (Senin, 07/05/2018) melakukan inspeksi pasokan Air bersih dari saluran Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Wae Mbeliling di 3 (tiga) lokasi berbeda yakni Bandar Udara Komodo, Tempat Wisata Kuliner-Kampung Ujung dan Pelabuhan Penumpang (Syahbandar) Labuan Bajo. Dalam Inspeksi ini juga hadir Direktur PDAM, Aurelius H. Endo, ST., bersama sejumlah staf Wae Mbeleliling.

Pantauan www.humas.manggaraibaratkab.go.id, usai memimpin rapat dan menerima sejumlah tamu, Bupati Gusti Dula meninggalkan ruangan kerja sekitar pukul 11.55 Wita dan langsung menuju Bandara Komodo. Tidak lama berselang menyusul, Kejari Manggarai Barat dan Direktur PDAM. Beberapa tamu terpaksa tidak bisa dilayani.

Sebelum ke tempat bak penampungan air yang terletak dibagian selatan gedung bandara, Bupati bersama Kejari sempat mengecek air di dalam toilet (laki-laki) kedatangan bandara. “Mana petugas yang mengurus air di bandara. Tolong panggil, kita ingin tahu, apakah air PDAM di bandara sudah berjalan sesuai laporan Direktur PDAM,” tanya Bupati kepada petugas Bandara.

Beberapa orang mencari petugas air bandara komodo. Petugas Air bandara yang dicaripun datang dan langsung mengajak Bupati, Kejari dan Direktur PDAM ke bak penampungan air Bandara. “Mari, Pak Bupati dan Pak Kejari, bak penampungan air PDAM berada disamping gedung,” ujar petugas tersebut.

Bak penampung air di bandara cukup besar dan untuk melihat pasokan air dari PDAM harus melalui tangga yang sudah disiapkan.

Kepada petugas Air bandara, baik Bupati maupun Kejari bertanya apakah pasokan air PDAM lancar. “Bagaimana pasokan air dari PDAM, apakah sudah lancar? Dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bak penampung ini,” tanya Bupati dan Kejari.

Dan menurut pengakuan petugas, setelah pemasangan meteran air satu bulan lalu, ketersediaan air PDAM cukup, air mengalir dengan baik. “Pasokan air selama satu bulan ini cukup, Pak Bupati dan Pak Kejari,” ujar petugas.

Menurut mereka (petugas; red), air yang ada di bak penampung bisa memenuhi kebutuhan air di bandara selama satu minggu. Dan untuk membuat bak penampung penuh memang dibutuhkan waktu sekitar 10 jam. “Air dalam bak penampung ini bisa memenuhi kebutuhan bandara selama satu minggu (7 hari). Sedangkan waktu pengisiannya, sekitar 10 jam,” ujar petugas tersebut.

Walau menurut pengakuan petugas airnya lancar, Bupati dan Kejari tetap meminta kepada Direktur PDAM dan Staf untuk melakukan kontrol secara rutin. Prinsipnya, di bandara jangan sampai ketiadaan dan kekurangan air seperti yang terjadi sebelumnya. Selain itu kepada petugas air bandara, juga diminta untuk komunikatif dengan pihak PDAM.

Artinya jika pasokan air mengalami masalah (kurang atau tidak jalan sama sekali), harus segera berkoordinasi dengan pihak PDAM. “Saya minta, agar kalian (petugas air bandara; red), nanti mengambil nomor HP dari Direktur PDAM. Jika air macet, segera lapor ke dia (Direktur; red),” ujar Bupati.

Selanjutnya Bupati dan Kejari Manggarai Barat bersama Direktur PDAM menuju ke tempat Wisata Kuliner yang saat ini di bangun ulang. Pembangunan ulang wisata kuliner Kampung ujung tersebut merupakan hasil kajian Tim Percepatan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Di tempat ini, menurut pengakuan Direktur PDAM, pasokan air mengalami masalah akibat galian dengan alat berat (excavator) yang dilakukan tim pelaksana pembangunan tempat wisata kuliner.

“Pak Bupati dan Kejari, dapat kami laporkan Pipa PDAM di sini mengalami masalah akibat galian dengan alat berat oleh pihak pelaksana pembangunan wisata kuliner. Dan pihak kami (PDAM; red) sedang melakukan perbaikan. Pasokan air untuk sementara memang terganggu,” ujar Reli Endo.

Walau demikian, Bupati Gusti tetap meminta agar persoalan tersebut segera ditangani. “Pokoknya segera tangangi, jangan tunggu masyarakat protes atau melakukan pengaduan baru diatasi,” ujarnya lalu mengajak Kejari untuk menuju ke Kantor Syahbandar Labuan Bajo.

Di kantor Syahbandar, Bupati langsung menuju Toilet yang terdapat di dalam kantor.”Saya mau cek pasokan air di sini (Kantor Syahbandar; red). Apakah air PDAM sudah masuk?,” tanya Bupati pada salah satu staf Syahbandar Labuan Bajo.

Sambil mengajak Bupati masuk ke kamar Toilet, staf tersebut menjelaskan Air PDAM belum masuk ke pelabuhan. Dan air yang saat ini digunakan diambil dari Air Kemiri, dimana kandungan kapurnya sangat tinggi. “Air PDAM belum masuk Pak Bupati, air yang kami gunakan sekarang berasal dari air kemiri,” ujar Staf tersebut sambil membuka kran air.

Mendengar pengakuan tersebut Bupati langsung memanggil Direktur PDAM agar segera mengganti pasokan air di pelabuhan. “Pak Reli, tolong air PDAM segera masuk ke pelabuhan ini. Cukup sudah penggunaan air dari air kemiri yang mempunyai kandungan kapur tinggi,” pintanya.

Terkait pasokan air di Pelabuhan, menurut Direktur PDAM saat ini tengah dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Siap, Bapa Bupati. Saat ini kami sudah membuat RAB yang akan diserahkan kepada pihak Syahbandar. Dalam RAB ini ada dua opsi yang kami tawarkan. Dan jika tidak ada hambatan, Minggu depan pihak PDAM segera melakukan pemasangan jaringan dan meteran,” jelas Reli sambil menunjukan RAB yang sudah dibuat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *