Wakapolda NTT: Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden ke-23 Resmi digelar 22-29 Juli 2019

Labuan Bajo, – Panitia Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden ke-23 terus mempersiapkan diri dengan melakukan rapat koordinasi. Minggu (9/6) malam, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina), Brigadir Jenderal Polisi Drs. Johni Asadoma, M. Hum., memimpin sendiri rapat koordinasi di Aula Kemala Polres Manggarai Barat. Rapat dihadiri semua Panitia Tinju khususnya Panitia local di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Saat membuka rapat Ketua Pertina, yang juga menjabat sebagai Wakapolda NTT, Johni Asadoma menegaskan, Pengurus Pusat (PP) Pertina secara resmi memutuskan penyelenggaraan kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden RI ke-23 digelar pada tanggal 22-29 Juli 2019. Penyelenggaraannya harus sukses dan kesuksesan sangat ditentukan oleh kinerja Panitia. Karena itu, panitia harus bekerja optimal dengan komitmen yang tinggi.

“Kesuksesan penyelenggaraan Kejuaraan Tinju internasional ini sangat ditentukan kinerja Panitia. Kalau panitia tidak bekerja dengan sungguh, maka bisa dipastikan event internasional ini gagal, dan nama NTT tentu akan tercoreng. Saya minta, kita semua harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi,” pintanya.

Dikatakannya, dasar pelaksanaan Kejuaraan inju Internasional ini adalah sesuai dengan Program Kerja Pengurus Pusat (PP) Pertina tahun 2019 dan kalender Kejuaraan Badan Tinju Dunia atau Association Internationale de Boxe Amateur (AIBA).  Karena itu penyelenggaraan Tinju yang diselenggarakan di pinggir pantai Gorontalo, Jln. Pantai Pede, Km. 5 Labuan Bajo, Manggarai Barat-NTT secara aturan bisa dipertanggungjawabkan.

Menurut Asadoma, para peserta Kejuaraan Tinju Internasional Piala Presiden RI ke-23 yang sudah mendaftar sebanyak 27 Negara. Negera-negara yang sudah mendaftar antara lain Afganistan, Amerika Serikat, Australia, Cina, Cina Taipe, Gambia, Hongkong, India, Indonesia, Irak, Korea Selatan, Korea Utara, Kuwait, Kyrgistan, Laos, Malaysia, Mongolia, New Zealand, Nepal, Pakistan, Philipina, Qatar, Singapura, Srilangka, Thailand, Uni Emirat Arab dan Uzbekistan. Dengan jumlah petinju antara 250-300, Wasit/Hakim Internasional 22 orang dan petugas internasonal 8 orang.  “Sebanyak 27 Negara sudah mendaftar dan dipastikan mengirim petinjunya ke Labuan Bajo dan kemungkinan akan bertambah,” jelasnya.

Kategori dan kelas yang dipertandingkan dalam International Boxing Tournament,  antara lain Kelas Elite Woman usia 19-40 tahun dan Kelas Elite Man usia 19-40 tahun. Kelas Elite Woman terdiri dari Kelas Layang 48 Kg, Kelas terbang 51 Kg, Kelas Bantam 54 Kg, Kelas Bulu 57 Kg, Kelas Ringan 60 Kg, dan Kelas Walter ringan 64 Kg. Sedangkan Kelas Elite Man terdiri dari Kelas Layang Ringan 46 Kg, Kelas Layang 49 Kg, Kelas Terbang 52 Kg, Kelas Bantam 56 Kg, Kelas Ringan 60 Kg, Kelas Walter Ringan 64 Kg, Kelas Walter 69 Kg dan Kelas Menengah Ringan 75 Kg.

Dijelaskan Wakapolda, sistem pertandingan menggunakan standar internasional, dimana setiap pertandingan dilaksanakan dalam 3 (tiga) ronde dengan alokasi waktu 3 menit tiap ronde, 1 menit  istirahat. Petinju yang dinyatakan kalah tidak dapat bertanding lagi sehingga akan ada 2 petinju juara 3 pada setiap kelas. “Petinju Putera tidak menggunakan Head Guard kecuali Petinju Wanita. Dan keputusan pemenang oleh Tim Juri tidak bisa diganggu gugat,” tandasnya.

Mengenai Kategori Juara, Asadoma memaparkan ada juara Umum dan juara kelas. Juara Umum ditentukan melalui pertandingan peraih medali emas terbanyak. “Apabila perolehan Medali emas sama banyak, maka juara Umum dihitung berdasarkan perolehan Medali Perak terbanyak. Dan abipila jumlah Medali Emas dan Perak sama banyak maka juara umum ditentukan juga berdasarkan perolehan medali perunggu. Juara Kelas ada 3 (tiga) yakni Kelas I mendapat Medali Emas, Juara kelas II mendapat medali  Perak dan Juara Kelas III mendapat Medali Perunggu,” paparnya.

Sementara, total hadiah yang diperebutkan sebesar US$ 19.000 dengan rincian Juara Umum mendapat hadiah sebesar US$ 5.000, Juara Kelas I US$ 500, Juara II US$ 300 dan Juara III US$ 200.  “Total hadiah yang disiapkan untuk para juara sebesar sebesar US$ 19.000 dan kita juga akan memilih Pentinju Terbaik (Best Boxer), yang dipilih oleh tim  khusus, berdasarkan penampilan petinju baik dari segi Tehnik, Taktik,Mental serta perilaku petinju saat di atas ring,” jelasnya.

Wakapolda menambahkan, target yang hendak dicapai dalam penyelenggaraan Tinju Internasioanal ini selain penyelenggaraan yang sukses, juga agar wilayah NTT semakin dikenal sebagai salah satu destinasi pariwisata yang sangat potensial. Dan bagi petinju Indonesia, event ini akan menjadi pengalaman yang berharga dengan bertanding dengan petinju-petinju luar negeri dan tentu salah satu proses pembinaan dan peningkatan prestasi Tinju Amator Indonesia.

Selanjutnya, rapat yang juga dihadiri Ketua Panitia, AKBP   Julisa Kusumowardono, S.I.K., M.Si., dilanjutkan dengan pemaparan dan penyampaian rencana kegiatan  masing-masing seksi dalam kepanitiaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *