Wabup: Pawai Malam Takbiran Tanda berakhirnya Ibada Puasa selama 30 hari

Labuan Bajo, – Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D.,  mengatakan umat Muslim di seluruh dunia dan lebih khusus yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pantas melaksanakan Pawai Malam Takbiran, sebagai pertanda berakhirnya Ibadah Puasa selama 30 (tiga puluh) hari dan sambut hari kemenangan yakni hari Raya Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri yang ditandai dengan shalat idul fitri pada Rabu (5/6) besok pagi mulai pukul 06.00 WITA sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat muslim.

Pernyataan tersebut disampakan Wakil Bupati Maria Geong, sebelum melepas peserta Pawai Malam Takbiran menyambut hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H 2019, di Masjid Nurul Huda-Gorontalo Desa Gorontalo Kecamatan Komodo, Selasa (4/6) malam. “Malam hari ini malam yang sangat istimewa, malam spesial karena malam ini malam penuh rahmat penuh berkat dan malam yang suci dan Kudus bagi seluruh umat Muslim Dunia. Selamat, karena 30 hari menjalankan Ibadah Puasa yang penuh tantangan segera berakhir,” katanya.

Menurut Wabup Maria Geong, apabila pada malam ini ditemukan banyak kendaraan yang dihias dengan berbagai macam perhiasan, begitulah cara menyambut hari kemenangan. Dalam merayakan kemenangan tentu berbagai macam cara dilakukan mulai dari takbir keliling yaitu pawai mengililingi penjuru kota menggunakan kendaraan mobil yang dihiasi atau pun motor sambil mengumandangkan Takbir. Takbir berjamaah sampai dengan membuat acara sederhana di rumah bersama keluarga tercinta.

“Kegembiraan dan pujian kita kepada Tuhan dengan melakukan pawai bersama. Kita kabarkan kepada semua orang bahwa hari ini merayakan rahmat dan berkat yang sangat besar dari Tuhan dan kita lahir sebagai manusia baru, hati kita Suci penuh dengan rahmat penuh dengan sukacita. Atas nama Pemerintah Daerah atas nama Bupati Manggarai Barat dan keluarga, atas nama saya pribadi dan seluruh masyarakat Manggarai Barat mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan akhir dari bulan suci Ramadan,” tandasnya.

Wabup berharap semangat dan spirit bulan Ramadhan ini akan terus tumbuh dan berkembang sepanjang tahun sampai masuk kembali pada Bulan Ramadhan berikutnya. Pesan khusus dari Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, agar kita tetap memelihara persaudaraan di Labuan Bajo sebagai kota Bhineka Tunggal Ika, kota yang menghargai kemajemukan.

“Ras, agama boleh beda tetapi kita tetap satu kita tetap menjunjung tinggi perbedaan. Karena itulah keunikan dan kita memiliki perbedaan yang akan memperkaya kita sebagai Kota destinasi pariwisata prioritas yang ada di Indonesia. Tanpa kita semua tanpa perbedaan tanpa keanekaragaman kita tentu tidak bisa menjadi destinasi super pariwisata,” jelasnya.

Dirinya berharap ke depan, Pawai malam Takbiran dikemas dengan baik dan melibatkan banyak pihak sehingga bisa dijadikan salah satu event pariwisata. “Ke depan perlu kita kemas acara ini dengan baik dengan melibatkan banyak pihak terutama Direktur atau pimpinan-pimpinan Hotel agar menjadi agenda yang tetap, dengan demikian wisatawan dari berbagai pulau nusantara di Indonesia yang datang ke Labuan Bajo, selain menikmati alam juga mengikuti takbiran ini. Pasti mereka ingin juga merasakan seperti apa lebaran di Labuan Bajo,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si., dalam arahanannya menegaskan agar peserta Pawai Malam Takbiran dapat menjaga ketertiban selama pelaksanaan pawai. “Sebagai penanggung jawab keamanan bersama dengan TNI, kami (Polri; red) berharap kerjasama dari semua pihak terutama kepada para tokoh agama bapak-bapak ibu-ibu yang ada di sini yang akan menjadi bagian dari kegiatan takbir keliling untuk kita sama-sama menyampaikan kepada saudara kita yang lain agar kegiatan ini berjalan lancar,” pintanya.

Kapolres berharap, karena malam penuh semangat kegembiraan jangan sampai muncul hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu dirinya melarang penggunaan petasan dan bahan sejenis yang menimbulkan kegaduhan. “Saya sudah sampaikan ke warga yang menunggu untuk melaksanakan kegiatan dengan baik. Saya mendengar ada beberapa suara petasan dan itu tidak boleh. Kita tetap waspada kalau ada suara yang sejenis dengan kekerasan itu tersamarkan,” tandasnya.

Dia menambahkan agar semua pihak berperan aktif menjaga kondisi aman. “Bapa-bapa yang ada rombongan di sini, tolong sama-sama saling mengingatkan kepada adik-adik kita agar tidak berlebihan. Karena banyak dari kita karena saking semangatnya menyambut kemenangan kemudian mereka menjadi berlebihan. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan juga kita sama-sama berdoa mudah-mudahan kegiatan pada hari ini diberikan keamanan kelancaran kemudahan selamatan baik dari awal kegiatan sampai nanti sudah selesai,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *