Wabup Maria Geong, Secara Resmi Buka Rapat Perdana Pengurus LP3K Mabar

Labuan Bajo — Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat (Mabar) secara resmi membuka Rapat perdana Pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Tingkat Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rapat perdana ini berlangsung di Ruang rapat Bupati Manggarai Barat, Kamis (01/02)

Turut hadir dalam rapat perdana, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Rofinus Mbon, SH., M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Benediktus Banu, Kepala Kantor Kementerian Agama  Manggarai Barat, Yohanes Daketi Ase, S.Fil, Vikep Labuan Bajo, Romo Robertus Pelita, Pr. Pastor Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Romo ardi Obot, Pr.,  serta 25 orang pengurus lainnya.

Wakil Bupati Maria Geong dalam sambutan pembukaan rapat perdana mengaku senang dan bangga dengan kehadiran LP3K yang nanti akan menyelenggarakan festival Pesta Paduan Suara Gerejani, mulai dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional. “Terima kasih, sudah membentuk pengurus LP3K di kabupaten Manggarai Barat. Secara pribadi saya senang dan bangga dibentuknya lembaga ini (LP3K; red),” jelasnya.

Menurut Wabup Maria, Pesparani adalah suatu aktivitas seni budaya masyarakat Katolik dalam bentuk pagelaran dan lomba musik liturgi dan mazmur. Tujuannya,untuk mengembangkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan masyarakat Katolik terhadap ibadah/liturgi gerejani. “Saya pikir tujuan dari Pesparani ini sangat mulia, karena itu tidak ada alas an bagi kita untuk tidak mengambil bagian dalam setiap event Peparani pada semua level,” tegasnya.

Pada tempat yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Manggarai Barat, Yohanes Daketi Ase, S.Fil  menjelaskan, LP3K sebagai wahana yang mendorong umat Katolik untuk semakin menghayati agamanya dan agar umat saling mencintai dalam kehidupan bersama. LP3K adalah suatu lembaga yang dibentuk berdasarkan prakarsa masyarakat Katolik untuk menggali dan mengembangkan seni budaya gerejani.

Dijelaskan Daketi, Menteri Agama RI telah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 35 Tahun 2016 tentang Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik. Menindaklanjuti Peraturan Menteri tersebut, Direktorat Jenderal Bimas Katolik juga telah melakukan pertemuan untuk membentuk Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik Nasional (LP3KN), pertengahan Juni lalu di Jakarta.

PMA ini selanjutnya mendapat epresiasi yang beragama dari semua pihak terutama tokoh-tokoh Katolik. Apresiasi itu pada intinya terkait sikap Menteri Agama RI yang telah memberi perhatian terhadap perkembangan pendidikan dan pengembangan iman umat Katolik. Sebagai tindak lanjut jelas Daketi, pada bulan Mei 2018 mendatang akan digelar Lomba Pesparani tingkat Provinsi NTT di Kupang. Pemenang dalam lomba Pesparani tingkat Provinsi tersebut akan mengikuti Lomba Pesparani tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Maluku.

Untuk diketahui anggaran untuk Pespatani ini sudah disiapkan dalam APBD Kabupaten Manggarai Barat melalui DPA Bagian Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat. “Sesuai petunjuk baik dari Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, Anggaran sudah tersedia dalam APBD Kabapaten Manggarai Barat melali bagian Kesra,” jelas Kepala Bagian Ketua Kesra, sekaligus Ketua Umum LP3K Manggarai Barat, Herman Man. (Agustinus H./**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *