Wabup Manggarai Barat Tinjau Pusat Kerajinan Songke Kelompok ASPL di Desa Lewat

Dusun Lewat, Macang Pacar – Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., meninjau pusat kerajinan Tenun Songke Kelompok Ahli Songke Perempuan Lewat (ASPL) di Desa Lewat Kecamatan Macang Pacar Kabupaten Manggarai Barat. Dalam peninjauan tersebut mengapresiasi karya Tenun Songke yang dihasilkan karena mempunyai motif sendiri yang muncul dari pikiran dan ide kreatif kelompok ASPL.

Dalam peninjauan ini Wabup Manggarai Barat didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Salvador Pinto, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Drs. Bernadus Dandur, M. Si, dan Plt. Kasat Pol. PP Stefanus Salut, S. Sos., dan Camat Macang Pacar, M. Sarimin Malonde, S.Hut.

“Terima kasih Ibu-Ibu, saya  senang dan bangga serta mengapresiasi karya tenun songke yang kalian hasilkan. Saya bersyukur bisa datang ke Desa Lewat dan menyaksikan Ibu-ibu di sini sedang menenun. Ini sesuatu yang sangat menggembirakan,” demikian Wabup disela-sela peninjauan, Sabtu (15/6) sore.

Menurut Wabup Maria Geong, ada hal unik dan menarik dari kelompok ASPL Desa Lewat, jika dibandingkan dengan penenun lainnya, dimana tenunan Songke yang dihasilkan bisa disesuaikan dengan pesanan konsumen. Mereka menghasilkan tenun songke sesuai pesanan. Dan ini bisa menjadi kelebihan dan keunggulan ASPL yang tidak dimiliki oleh kelompok kerajinan serupa di Manggarai Barat.

“Hal unik dan menarik yang dimiliki kelompok tenun ASPL adalah bisa menenun dengan pesanan khusus seperti menulis nama di tenun songke dan bisa menyesuaikan motif sesuai dengan permintaan konsumen. Kedepan keunikan seperti ini perlu dikembangkan oleh para penenun lainnya, mengingat Labuan Bajo sekarang menjadi kota destinasi pariwisata super prioritas yang mempunyai tuntutan akan souvenir yang khas, spesifik dan unik,” tandasnya.

Dirinya berharap, tidak hanya tenun Songke saja yang diproduksi oleh kelompok ASPL, akan tetapi perlu dikembangkan dalam bentuk lain seperti selendang, tas, sepatu, topi dan juga souvenir-souvenir lainnya yang bisa dijual. “Saya berharap ASPL tidak hanya menghasilkan Tenun Songke saja tetapi juga ketrampilan ini dalam bentuk lain, sehingga ini akan memberi warna tersendiri dalam pasar souvenir Manggarai Barat,” harapnya

Sementara itu, Kepala Desa Lewat, Solomon Sudiman menjelaskan kelompok ASPL merupakan kelompok binaan Desa Lewat. Untuk membentuk kelompok ASPL, dirinya mendatangkan salah satu pendamping khusus atas nama Bernadeta Jaun dari Dampek Manggarai Timur. Bernadeta Jaun melatih dan mendidik angkatan muda di Desa Lewat, dan hasilnya sangat positif.

“Kami mendatangkan pendamping sekaligus pelatih khusus yang ahli dalam menenun. Dan hasilnya sangat positif, banyak angkatan muda terutama perempan di Desa Lewat yang bergabung dalam kelompok tenun yang kami namai Ahli Songke Perempuan Lewat,” jelasnya. (Tian Chandra/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *