Wabup Manggarai Barat: Curah Hujan Tinggi Berpotensi Terjadinya Bencana

Desa Kempo-Mbeliling (07/02) Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, PhD., mengatakan Pemerintah Manggarai Barat saat ini terus memantau  setiap kejadian atau bencana yang terjadi di seluruh wilayah Manggarai Barat. Curah hujan yang tinggi (siang dan malam) disertai angin kencang, memang berpotensi terjadinya berbagai macam bencana.

Pernyatan tersebut disampaikan Wakil Bupati dihadapan warga korban bencana tanah terbelah dan turun usai meninjau titik-titik bencana di Wae Ngguer Desa Kempo Kecamatan Mbeliling, Selasa (07/02).

“Pemerintah Daerah akan terus memantau setiap kejadian/bencana yang terjadi di wilayah Manggarai Barat. Dan jika ada bencana, harus pada kesempatan pertama diinformasikan dan laporkan pada aparat pemerintah yang terdekat,” tegasnya.

Menurut Wakil Bupati perempuan yang pertama di Provinsi NTT, jika warga korban bencana kesulitan maka tugas tersebut bisa dilakukan Kepala Desa. Karena itu para Kelapa Desa diharapkan untuk terus berada di wilayah Desanya masing-masing terutama pada musim penghujan seperti sekarang ini.

“Saya harapkan para Kepala Desa untuk jangan sampai berad jauh dari wilayah Desa-nya. Lakukan pemantauan dan segera laporkan setiap ada bencana yang terjadi di Desa masing-masing. Sehingga dengan demikian,Pemerintah melalui Dinas-Dinas terkait segera mengambil langkah antisipatif dan tindakan,” katanya.

Kepala Desa Kempo Kecamatan Mbeliling Arkadius Yakob kepada Wakil Bupati menyampaikan bencana tanah terbelah dan turun sekitar 1 (satu) meter yang dialami warga Wae Ngguar sudah terjadi 1 (satu) minggu yang lalu. Laporan disampaikan secara lisan intansi terkait. “Kami sudah laporkan secara lisan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sedangkan secara tertulis baru hari ini,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa total rumah yang rusak sebanyak 6 unit, 1 unit Kios dan sawah sebanyak 1/2 ha. Desa telah memberikan bantuan darurat kepada korban bencana. Dan pihak Desa juga melakukan pendampingan dan menganjurkan kepada warga sekitar untuk segera meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yg lebih aman.

Sementara itu Dinas Sosial sudah memberikan bantuan beras sebanyak 500 kg kepada korban bencana. Selain itu dalam waktu yang tidak terlalu lama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat akan mendata rumah-rumah yang rusak. Sehingga rumah-rumah yang rusak itu mendapat program bantuan. (Agustinus Hodaling/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *