Utusan Bank Dunia Bahas Pengembangan Ekonomi Lokal di Manggarai Barat

Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., hari ini Kamis (30/11) menerima kunjungan kerja 3 (tiga) utusan Bank Dunia antara lain, Mr. Dann, Bambang Soetono, Leo serta pendamping dari Kementerian Daerah Desa Tertinggal dan Transmigrasi. Kedatanagan mereka dalam rangka melihat secara langsung Pengembangan Ekonomi Lokal/Desa (Local Economy Development).

Pantauan humas.manggaraibaratkab.go.id, rombongan dari Bank Dunia tiba di kantor Bupati Manggarai Barat sekitar pukul 10.00 Wita dan transit di ruang kerja Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Benediktus Banu, sebelum menunju ruang rapat Bupati Manggarai Barat.

Tidak lama berselang,  Wakil Bupati Maria Geong menemui utusan dari Bank Dunia dan selanjutnya mengajak untuk melakukan diskusi di ruang rapat Bupati Manggarai Barat. “Kami merasa bersyukur dan bangga dengan adanya kunjungan kerja dari Utusan Bank Dunia bekerjasama dengan Kementrian Desa tertinggal dan Transmigrasi ini. Harapannya kunjungan ini akan berdampak baik pada Kabupaten Manggarai Barat dalam upaya mengejar ketertinggalannya,” kata Wabup penuh ramah.

Selanjutnya Wabup Maria Geong memaparkan sejumlah potensi unggulan yang ada di Manggarai Barat. “Kami (Manggarai : red) memiliki 2 (dua) sector unggulan yakni pada sector pariwisata dan pertanian. Hanya yang menjadi kendala, kedua sector unggulan ini belum dikelola secara optimal untuk kesejahteraan warga Manggarai Barat. yang dimiliki masyarakat lokal,” katanya.

Padahal salah satu indicator keberhasilan dalam dunia pariwisata, apabila usaha-usaha kecil dan menengah hidup dan terlibat secara aktif dalam mendukung pariwisata. Kondisi saat ini pasar pariwisata di Labuan Bajo-Manggarai Barat masih didominasi oleh tenun ikat dan anyaman yang bisa dimanfaatkan sebagai souvenir untuk para wisatawan. Belum banyak kerajinan-kerajinan lainnya yang mampu mengisi pasar pariwisata karena keterbatasan skill.

Menurut Wabup Maria Geong, ke depan yang dibutuhkan oleh masyarakat Manggarai Barat adalah pelatihan-pelatihan yang mampu meningkatkan kreativitas. “Kami membutuhkan banyak pelatihan-pelatihan untuk peningkatan skill masyarakat. Dengan adanya pelatihan tentu akan membantu masyarakat kami,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu utusan Bank Dunia, Bambang Soetono menjelaskan tujuan kedatangan pihak Bank Dunia ke Manggarai Barat adalah bagaimana membuat masyarakat terlibat langsung dalam pengembangan perekonomian, melalui inovasi desa. Agar ekonomi masyarakatnya meningkat, dengan begitu bisa menunjang kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

”Memang tujuan dan komitmen kami ke Manggarai Barat salah satunya adalah mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi,” jelas Bambang yang mengaku sangat senang bisa berkunjung di Labuan Bajo ini.

Menurut Bambang sebagai bukti komitmen tersebut, dalam dua hari ke depan pihaknya akan mengunjungi pengrajin tenun ikat dan anyaman di beberapa tempat yang sudah ditentukan untuk melihat langsung aktivitas mereka sekaligus  kendala-kendala yang dihadapi. “Dalam waktu dua hari ke depan, kami mengunjungi pengrajin tenun ikat dan anyaman. Kami ingin melihat langsung sehingga bisa mengetahui kendala-kendala yang mereka hadapi,” kata Bambang.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Benediktus Banu, para pimpinan OPD terkait, dan beberapa pelaku pariwisata serta pengrajin tenun ikat. (Asty/**)

2 Responses to Utusan Bank Dunia Bahas Pengembangan Ekonomi Lokal di Manggarai Barat

  1. Yudi wahyono berkata:

    Kerja bagus. Yang jadi pertanyaannya sekarang adalah; kontribusi nyata seperti apa yang akan diberikan oleh pihak/perwakilan bank dunia untuk mendorong perekonomian masyarakat MABAR!???? Apakah hanya cukup melihat ???? Dan dorongan yang seperti apa???

    • Bapak Yudi Wahyono, terima kasih atas tanggapan Bapak terhadap pemberitaan yang telah kami turunkan. Dan mengenai Kontribusi Bank Dunia dalam rangka mendorong Perekonomian Lokal Manggarai Barat, sedang dibicarakan secara serius melalui beberapa program melalui intansi terkait. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *