Terkait Hardiknas, Kemendikbud Terbitkan Pedoman, Bupati Mabar Pimpin Upacara Hardiknas

Labuan Bajo – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menerbitkan pedoman pelaksanan Peringatan Hari Pendidikan (Hardiknas) ke 110 tahun 2018, yang diperingati setiap tanggal 2 Mei. Di dalam pedoman yang ditandatangani langsung oleh Menteri tersebut, terdapat beberapa point point yang harus diperhatikan oleh semua instansi Pemerintah.

Beberapa point itu antara menetapkan bulan Mei sebagai bulan pendidikan dan Kebudayaan, logo Hardiknas tahun 2018, Tema dan pelaksanaan upacara yang digelar secara serempak tepat pukul 08.00 Wita. Mengenai penetapan bulan Mei sebagai bulan Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri menganjurkan agar hendaknya semua instansi pemerintah melakukan kegiatan-kegiatan yang bernuansa Pendidikan dan Kebudayaan.  Dimana pelaksanaan harus dimulai sejak bulan April yang bermanfaat langsung dengan masyarakat.

Dan khusus untuk tingkat Provinis, Kabupaten/Kota Menteri Muhadjir menganjurkan agar dilakukan kegiatan apresiasi/pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh pendidiakan dan kebudayaan pada wilayah masing-masing dan melakukan ziarah ke taman makan pahlawan.

Bupati Mabar, Pimpin Upacara Hardiknas

Peringatan Hardiknas tahun 2018 tingkat Kabupaten Manggarai dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula. Usai menerima laporan dari Perwira Upacara dari Sekretaris BP4D Manggarai Barat, Drs. Salvador Pinto, tepat pukul 08.00 Wita, Bupati Gusti Dula menuju podium utama. Pelaksanaan upacara Hardiknas tingkat Kabupaten Manggarai Barat tahun ini dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Manggarai Barat.

Hadir dalam peringatan Hardiknas ini, Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Julius Sigit Kristanto, SH., MH., Sekretariis Daerah Manggarai Barat, Rofinus Mbon, SH., M.Si., Ketua TP PKK Manggarai Barat, Nyonya Wys Dula, S.Pd., Wakapolres Manggarai Barat, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Manggarai Barat, para Guru se-Kota Labuan Bajo, tokoh Pendidik dan para pensiunan ASN Manggarai Barat. Sedangkan peserta upacara, semua sekolah-sekolah dari SD sampai denggan tingkat SMS se-kota Labuan Bajo, para ASN Lingkup Pemkab Manggarai Barat, dan TNI/Polri.

Dalam peringatan ini, Bupati Manggarai Barat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam sambutan tersebut, Menteri Muhadjir mengatakan tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.

Tema Hardiknas tahun 2018 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Tema tersebut mengandung ajakan kepada semua pihak untuk menjadikan jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

“Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan,” demikian Muhadjir seperti disampaikan Bupati Gusti Dula.

Tidak hanya itu, Bupati Gusti Dula peringatan Hardiknas tahun 2018 dijadikan momentum untuk merenung sejenak dan menengok ke belakang, terutama terkait dengan upaya peningkatan di bidang pendidikan. Lalu bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan dengan berlandaskan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, Pasal 1 ayat 2.

“Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan 2 pendidikan nasional Indonesia. Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang,” urainya.

Atas dasar pikiran di atas, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. Oleh karena itulah, pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini mari kita satukan tekad untuk “Menguatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan” dengan disertai niat yang ikhlas serta usaha yang keras tak kenal lelah dalam mengabdi di dunia pendidikan,” demikian Muhadjir seperti ditegaskan Bupati Mabar.

Menteri Muhadjir juga menegaskan demikian Bupati dua periode ini, dalam tiga tahun terakhir pemerintah telah membangun dan memperkuat infrastruktur di hampir 3 semua penjuru tanah air. Walaupun belum sepenuhnya selesai, manfaatnya sudah dapat dinikmati, di antaranya semakin mempermudah kerja pendidikan dalam memperluas akses, walaupun pada saat yang sama memaksa kerja pendidikan harus sigap merespons secara positif terhadap perubahan tata nilai, sebagai dampak dari perkembangan infrastruktur tersebut.

Pendidikan juga harus menyiapkan tenaga technocraft, tenaga terampil dan kreatif, yang memiliki daya adaptasi tinggi terhadap perubahan dunia kerja yang kian cepat dan memiliki kemampuan berpresisi tinggi untuk mengisi teknostruktur sesuai denga kebutuhan. Pemerintah telah bekerja tak kenal lelah, serta membangun dan memperkuat inftrastruktur yang dapat menjadi sabuk pengikat pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan, di antaranya betapa pesat perkembangan sarana-prasarana transportasi yang telah dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat.

“Harus diakui bahwa jalan-jalan baru yang layak dan memadai telah mampu membuka akses wilayah Indonesia yang terpencil, tertinggal, dan terdepan sehingga terbebas dari isolasi dan saling terhubung. Meskipun terbatas, sesuai skala prioritas, bangunan-bangunan baru sekolah juga didirikan di wilayah pedalaman dan perbatasan. Tak heran jika akhirnya anak-anak di pedalaman mulai merasakan nikmat belajar di sekolah yang memadai dan menyenangkan,”tandasnya.

Meskipun demikian, harus diakui dengan jujur bahwa hamparan yang luas luar biasa dari wilayah Indonesia menyebabkan belum semua wilayah tersentuh pembangunan insfrastruktur yang bisa menjadi sabuk pendidikan dan kebudayaan dalam ikatan keindonesiaan. Oleh karena itu, pada tahun-tahun mendatang pemerintah akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur pada daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) agar wilayah-wilayah tersebut terintegrasi dan terkoneksi ke dalam layanan pendidikan dan kebudayaan.

Bersamaan dengan pembangunan infrastuktur pendidikan dan kebudayaan, Bupati Gusti Dula meminta dilakukan juga penguatan sumber daya manusia (SDM) agar menjadi modal yang andal dan siap menghadapi perubahan zaman yang melaju kencang, kompleks, tak terduga, dan multiarah. Penguatan SDM ini memang sudah menjadi komitmen Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mulai tahun ini.

Di sinilah peran dan tanggung jawab pendidikan dan kebudayaan akan semakin besar. Dalam penguatan SDM tersebut terbentang tantangan internal dan eksternal sekaligus. Tantangan internal tampak pada gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas kita. Misalnya, belakangan ini kita melihat melemahnya mentalitas anak-anak kita akibat terpapar dan terdampak oleh maraknya simpul informasi dari media sosial.

Untuk diketahui pelaksanaan Upacara Peringatan Hardiknas tahun 2018 tingka Kabupaten Manggarai Barat berangsung meriah dengan hadirnya atraksi-atraksi dan display drum band mulai dari TK sampai dengan SMA se-kota Labuan Bajo. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *