Target Kunjungan Wisatawan 500 ribu, Pengembangan Pariwisata di Mabar terus Dioptimalkan

Labuan Bajo – Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong, Ph.D., mengatakan target kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) terutama di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo sebesar 500.000 kunjungan. Karena itu pengembangan pariwisata di dua destinasi itu akan terus dioptimalkan, sebagai bagian dari destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia.

Demikian disampaikan Wabup Maria Geong yang tampil sebagai Keynote Speech dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Wisata Alam di Taman Nasional Komodo dan Labuan Bajo, yang diselenggarakan Kemenpar Asdep pengembangan Wisata Alam dan Buatan, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Selasa (07/05), di La Prima Hotel. Materi yang disampaikan Wabup adalah “Arah Pengembangan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat”.

“Target Kunjungan wisawatan di dua destinasi kita di Manggarai Barat, TN Komodo dan Labuan Bajo tahun 2019 ini sebesar 500.000 kunjungan. Agar terwujud, upaya Pengembangan pariwisata di dua destinasi itu akan terus ditingkatkan, sebagai bagian dari destinasi pariwisata super prioritas di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Wabup Maria Geong, ada 4 (empat) misi pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Manggarai Barat, antara lain pengembangan destinasi pariwisata berbasis ekowisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan, serta meningkatkan pendapatan nasional, daerah, dan masyarakat. Semua misi tersebut tambahnya akan dilaksanakan secara konsisten, bertahap, penuh tanggung jawab serta terukur.

Dikatakannya, industri pariwisata dewasanya ini harus memiliki daya saing, kredibel serta mampu menggerakkan kemitraan usaha, menciptakan wirausaha masyarakat setempat, bertanggung jawab terhadap lingkungan alam dan sosial budaya dengan konsep ekowisata. “Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga akan melakukan pemasaran pariwisata yang sinergis, unggul, dan bertanggung jawab, serta saling menguntungkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara,” katanya.

Wabup Maria Geong menambahkan saat ini Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan stakeholder lainnya bertekad untuk mewujudkan destinasi pariwisata kelas dunia yang berkelanjutan. Termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan warga Managgarai Barat berlandaskan prinsip ekowisata berbasis masyarakat.

Sedana dengan Wabup, Asdep Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kemeterian Pariwisata RI, Alexander Reyaan juga menyampaikan yang sama. “Kita berharap TN Komodo dan kawasan Labuan Bajo dapat dimaksimalkan pengelolaannya. Pasalnya kedua destnasi tersebut merupakan destinasi tingkat dunia yang perlu terus dikembangkan. Sudah banyak selebriti dan orang terkemuka di dunia berkunjung ke TN Komodo dan Labuan Bajo,” harapnya..

Menurut dia destinasi pariwisata yang ada harus optimalkan pengelolaannya. Sehingga dengan demikian wisatawan bisa terus merasa nyaman dan berpikir untuk kembali lagi di lain kesempatan. Apabila hal itu terjadi maka dapat menguntungkan masyarakat sekitar. tandasnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Manggarai Barat sendiri memiliki 12 (duabelas) Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD) seperti (1) KSPD Komodo dan sekitarnya; (2) KSPD Situs Warloka dan sekitarnya; (3) KSPD Liang Panas dan sekitarnya; (4) KSPD Torong Boleng dan sekitarnya; (5) KSPD Mbeliling dan sekitarnya; (6) KSPD Sano Nggoang dan sekitarnya; (7) KSPD Watu Panggal – Ndaring dan sekitarnya; (8) KSPD Istana Ular dan sekitarnya; (9) KSPD Mberenang dan sekitarnya; (10) KSPD Cunca Polo dan sekitarnya; (11) KSPD Pacar Pu’u  dan sekitarnya; (12) KSPD Kuburan Tua Nggerang dan sekitarnya dan: (12) KSPD Watu Timbang Raung dan sekitarnya. (Humas Manggarai Barat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *