Sepanjang 2017, Sekitar 10000 Pohon Cengkeh di Desa Momol Tumbang

Sano-Desa Momol (12/02), Sekitar 10000 (sepuluh ribu) pohon cengkeh milik warga Sano Desa Momol Kecamatan Ndoso tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi akhir tahun 2016 dan sepanjang tahun 2017. “Ini bencana paling parah yang dialami warga Sano Desa Momol. Sekitar 10000 pohon cengkeh yang ditanam dan dipelihara warga Sano selama bertahun-tahun tumbang dalam sekejap,” jelas Kepala Desa (Kades) Momol, Yuvensius Maldi kepada Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, PhD., di lokasi bencana tanah longsor Momol, Jumat (10/02).

Selanjutnya Kades Momol, mengajak Wakil Bupati untuk  langsung mendatangi lokasi cengkeh warga yang tumbang tersebut. Sampai di lokasi, Wabup Maria Geong menyaksikan ribuan pohon yang sudah tumbang. “Saya turut merasakan kepedihan yang dialami warga pemilik lahan Cengkeh. Ini bencana yang sangat menyayat hati, jujur saya sangat sedih dan prihatin melihat kondisi Cengkeh yang sudah tumbang ini,” celetuk Wabup saat berada di lokasi.

Karena kondisi alam yang tidak bersahabat, Kades Momol mengajak Wabup dan rombongan menuju Rumah  Adat (Mbaru Gendang) Sano yang letaknya tidak jauh dari lokasi bencana. Di rumah adat Wabup diterima secara adat sesuai adat-istiadat setempat dan Kades Yuven menyampaikan laporan resmi terkait bencana alam yang dialami warga Desa Momol.

“Ibu Wakil Bupati Manggarai Barat yang kami hormati, selama tahun 2017 ini, banyak bencana yang terjadi di wilayah Desa Momol. Di desa Momol hampir semua Kepala Keluarga memiliki tanaan Cengkeh, yang selama ini mampu menopang perekonomian keluarga. Tetapi kali ini kami harus menerima kenyataan pahit, Cengkeh-Cengkeh tersebut harus tumbang diterpa angina,” kata Kades dalam laporannya.

Selain Cengkeh, menurut Yuven demikian sapaannya, terdapat 5 rumah warga yang roboh. Saat ini warga yang rumahnya roboh terpaksa mengungsi ke rumah-rumah tetangga. “Kami menitipkan harapan kepada Pemda Mabar agar bisa membantu kami dalam bencana ini,’ pintanya.

Sebelum menanggapi laporan Kades Momol, Wakil Bupati Manggarai Barat, memberikan peneguhan kepada warga korban bencana. “Bapak-babap/Ibu-ibu yang saya cintai, bencana yang kita alami ini tentu diluar rencana kita sebagai manusia. Namun demikian kita tetap bersyukur kepada Tuhan yang walaupun alam kita tidak terlalu bersahabat dan ramah dengan kita, tetapi kita tidak bisa menolak karena ini adalah kondisi alam dan hampir seluruh wilayah Indonesia mengalami hal yang sama seperti kita alami saat ini,” katanya.

Selanjutnya Wakil Bupati meminta kepada kepala desa untuk segera melaporkan dan menyampaikan situasi dan kondisi ini ke Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara tertulis. Dari laporan tersebut akan dibahas apa-apa  yang bisa ditangani atau dibantu, tentunya sesuai dengan kemampuan Pemerintah. “Kehadiranya saya dan teman-teman dari instansi terkait saat ini belum membawa bantuan. Tetapi semua bencana yang telah kami lihat dan saksikan akan dibahas secara intens,” tandas Wabup seraya meminta dan menghimbau warga agar selalu waspada, terlebih bagi warga yang memiliki pohon-pohon besar disamping rumah.

Turut mendampingi Wabup Maria Geong, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga,  Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kadis Perhubungan, Plt. Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Staf Dinas Sosial, Staf Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian.  (Severinus E. Kusuma/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *