Senin mendatang, Kapal Tangki Air Kapasitas 50 m3 Merapat ke Labuan Bajo

Labuan Bajo – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), Direktorat Jenderal Cipta karya  melalui Balai Prasarana Pemukiman (BPP) Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sudah mengirim surat penyerahan Kapal Tangki Air Kapasitas 50 m3 kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemda Mabar).

Surat Penyerahan dengan nomor UM.01.11/BPPW/NTT/398 dikirim setelah pihak BPP bersama Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wae Mbeliling, Aurelius H. Endo, melakukan pengecekan kelayakan Kapal.

Kepala BPP Wilayah NTT, Herman Tobo. ST., M.Si., yang dihubungi melalui sambungan telpon genggam hari ini (27/7) menyampaikan proses pengiriman Kapal tangki air ke Labuan Bajo segera dilakukan.

“Saat ini Kapal masih berada di pelabuhan Tenau-Kupang, belum berangkat ke Labuan Bajo karena alasan cuaca sesuai rekomendasi pihak Syahbandar Pelabuhan Tenau-Kupang. Rencananya Senin (29/7) mendatang Kapal merapat ke Labuan Bajo,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, usai menerima Tim Persamba di Aula Kantor Bupati, Sabtu (27/7) membenarkan adanya surat penyerahan Kapal tangki dari pihak BPP wilayah NTT. “Surat Penyerahan Kapal tangki dari BPP wilayah NTT sudah saya terima, beberapa hari yang lalu,” jelasnya.

Dikatakannya, Kapal Tangki Air sudah hampir pasti dapat mengatasi kesulitan air bersih khususnya warga pulau-pulau dan pantai pesisir yang mengalami kekurangan air bersih sejak dahulu.

“Terimakasih kepada Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta karya  melalui BPP wilayah NTT atas perhatian kemanusiaan ini. Hanya Tuhan yang bisa membalas atas kebaikan menyerahkan Kapal Tangki Air ini. Hal ini tentu sinergi dengan rencana penambahan satu Water Treatmen lagi di Labuan Bajo,” ujarnya.

Menurut Bupati, yang perlu disiapkan dari sekarang adalah bagaimana pemeliharaan ke depan. Karena itu jajaran Perumda Wae Mbeliling diminta untuk segera merencanakan pengelolaan Kapal Tangki Air ini untuk mendatangkan kemasyalahatan masyarakat serta mendatangkan pendapatan bagi usaha keberlangsungan kapal tersebut.

“Saya minta Direktur Perumda Wae Mbeliling segera membuat perencanaan pengelolaan yang mendatangkan manfaat baik untuk masyarakat dan Perumda sendiri. Warga masyarakat  tergantung pada kapal dan kapal tergantung kepada masyarakat. Hindari tujuan bisnis semata, bahwa masyarakat harus mampu membedakan membeli air di Labuan Bajo dan membeli air di Kapal yang datang ke Pantai, harus terjadi efisiensi yang besar,” paparnya.

Untuk itu jelas Bupati dua periode ini, dibutuhkan sebuah regulasi berupa peraturan Bupati sebagai Kuasa Pemilik Modal Perumda Wae Mbeliling. “Pengelolaan diatur melalui Peraturan Bupati, sebagai pedoman dalam mekanisme pendistribusian air bersih sampai ke sasaran,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Direktur Perumda Wae Mbeliling, Reli Endo mengatakan kesiapannya untuk mengelola Kapal Tangki Air sesuai petunjuk dan arahan Bupati Manggarai Barat selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Wae Mbeliling. “Kami (Perumda; red) siap mengelola Kapal tangki air  dengan baik untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di pulau-pulau,” katanya.

Menurut dia, jika kapal sudah tiba di Labuan Bajo akan dilanjutkan proses penyerahan kapal yang ditandai dengan penandatangan berita acara penyerahan. “Saat ini kami sudah menyiapkan draf berita acara penyerahan. Rencananya penyerahan akan dilaksanakan di atas Kapal tangki yang dilanjutkan dengan uji coba distribusi air ke pulau terdekat,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *