PT. Telkom Lakukan Migrasi Jaringan Tembaga ke Optik di seluruh Kota Labuan Bajo

Labuan Bajo (28/02), Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat Provinsi NTT,  drh. Maria Geong, PhD., mendukung sepenuhnya langkah PT. Telkom yang bertekad untuk menyelesaikan proses migrasi jaringan tembaga ke serat optik dalam tahun dalam waktu dua minggu ke depan di seluruh wilayah Labuan Bajo.

Dukungan tersebut disampaikan Wabup Maria Geong saat menerima dua staf PT. Telkom Labuan Bajo, di ruang kerjanya hari ini, Selasa (28/02). “Saya mendukung sepenuhnya langkah Telkom yang melakukan migrasi jaringan tembaga ke serat optic. Diharapkan dengan migrasi tersebut, persoalan jaingan internet di Labuan Bajo yang senantiasa bermasalah bisa teratasi,” katanya.

Lebih lanjut Wabup Maria Geong berharap jaringan serat optik memiliki banyak keunggulan dibanding jaringan tembaga. Jaringannya lebih stabil, tidak memerlukan listrik, kebutuhan listrik hanya di Kantor Telkom (sentral) dan di pelanggan, karena ada beberapa perangkat seperti modem, televisi maupun laptop yang perlu listrik untuk menghidupinya.

Terkait harapan tersebut, Stefanus dan Risal dari PT. Telkom menjelaskan jaringan optik memang memiliki keunggulan dari jaringan tembaga atau metal. Memiliki kecepatan lebih besar, bahkan untuk pelayanan IndiHome minimal 10 Mpbs, kualitasnya juga lebih baik sehingga gangguan dapat diminimalisir.

Menurut mereka proses pemasangan jaringan optic di wilayah Labuan Bajo sudah 80% tinggal beberapa titik saja masih dalam proses pembangunan jaringan serat optiknya. Para pelanggan pun telah diinformasikan bahwa semua jaringan tembaga nantinya dimigrasikan ke jaringan serat optik.

“Untuk proses migrasi dari jaringan tembaga ke optik tak perlu waktu lama. Apabila jaringan sudah ada, prosesnya hanya 5-10 menit saja. Layanan pun tetap jalan, tidak mati sampai dipindah ke jaringan optic,” jelas Stefanus dan Risal.

Pada intinya, lanjut Stefanus, Telkom berupaya meningkatkan pelayanan ke pelanggan. “Kami berkomitmen mengejar penanganan gangguan 3 hari, namun dalam tim kami bersepakat untuk one day service (ODS). Sebelum 24 jam gangguan sudah dituntaskan.

Migrasi dari jaringan tembaga/metal ke optic ini, merupakan perintah dari Kementerian BUMN setelah mereka mengadakan rapat di Labuan Bajo beberapa waktu. Sekaligus persiapan Labuan Bajo sebagai Kota Digital.

Selanjutnya kepada Wakil Bupati, Stefanus dan Risal mohon rekomendasi lahan tanah dari Pemerintah  untuk pemasangan ODC/MSAN pada 8 (delapan) titik. Kedelapan  titik yang akan dipasang perangkat ODC/MSAN antara lain perempatan Bandara, Puncak Waringin, Pertigaan Polsek Lama, Langka Kabe, di depan SD Batu Cermin, Samping Kantor Pengadilan Negeri, Depan  Ruko 88, dan depan Rumah Sakit Siloam (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *