Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan Diluncurkan

Labuan Bajo (22/12) – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Ketahanan pangan dan perikanan, telah meluncurkan Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Manggarai Barat tahun 2017. Peluncuran Peta FSVA, berlangsung di Hotel Green Prundi, Jumat (22/12).

FSVA merupakan Peta Tematik yang menggambarkan Visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. Di dalamnya memuat daerah yang rentan terhadap kerawanan pangan dan beberapa poin yang menjadi alasan daerah tersebut rentan terhadap kerawanan pangan.

Secara simbolis Peta tersebut diserahkan kepada perwakilan salah satu pimpinan Organiasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Kabupaten  Manggarai Barat, untuk selanjutnya bisa merumuskan program dan kebijakan berdasarkan peta tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Martinus Ban, ST., yang hadir mewakili Bupati Manggarai Barat dalam rapat koordinasi tersebut mengatakan sebelumnya telah dibuat Keputusan Bupati (SK) Manggarai Barat Nomor 41/KEP/HK/2017. SK tersebut menjelaskan tentang Pembentukan Dewan Ketahanan Pangan kabupaten Manggarai Barat.

Pembuatan SK teresbut merupakan bentuk tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, menjawab persoalan pangan. Mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar untuk dapat bertahan hidup. Oleh karena itu peningkatan ketahanan pangan merupakan prioritas dalam pembangunan nasional. “Kita telah membuat suatu produk SK untuk menjawab dan mengatasi persoalan pangan,” katanya.

Menurut Asisten Marten Ban, sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional, Pemerintah Manggarai Barat sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi Pembangunan secara terus menerus melaksanakan pembangunan pertanian yang berorientasi pada produktivitas dan mutu hasil pertanian yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan, berdaya saing, guna mewujudkan peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani. “Ini yang kita lakukan saat ini melakukan pembangunan pertanian yang berorioentasi pada produkstivitas dan mutu hasil,” jelasnya.

Dirinya berharap agar Dewan Ketahanan Pangan benar-benar menjalankan fungsinya serta memberikan solusi yang berarti sehingga dikemudian hari Pemerintah Manggarai Barat bisa menentukan kebijakan yang tepat dan strategis dalam bidang pangan. Hal ini penting, mengingat Kabupaten Manggarai Barat adalah salah satu dari Destinasi dari sepuluh destinasi Pariwisata Nasional. Dukungan sektor Pertanian sangatlah penting.

Usai peluncuran, dilanjutkan dengan penyajian materi oleh beberapa pimpinan OPD seperti Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Ir. Fidelis M. Kerong, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Ir. Frida Arrianij Buthe, Kadis Perinkop dan UKM Drs. Dominikus Yakel, Sekretaris Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunnan, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Ir. Theodorus Suardi, M.Si dan beberapa pimpinan OPD lainnya. (7c/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *