Peserta RUPS-LB BPD NTT Gunakan Pakaian Khas Adat Manggarai

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, mengapresiasi langkah Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat yang mewajibkan semua peserta Rapat Umum  Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT untuk menggunakan pakaian khas adat Manggarai. Langkah ini dinilai selain sebagai bentuk promosi pariwisata Manggarai Barat juga sekaligus mengangkat nilai tenun songke yang menjadi ciri khas Manggarai, Manggarai Barat dan Manggari Timur.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula, sesaat sebelum mengikuti RUPS-LB BPD NTT digelar, di Jayakarta Hotel, Labuan Bajo, Selasa (11/6) pagi. “Ini untuk pertama kali dalam sejarah Provinsi NTT dimana Gubernur, Wakil Gubernur dan semua Bupati/Walikota yang berjumlah 22 orang menggunakan pakaian khas adat Manggarai. Sebagai Bupati Manggarai Barat, saya memberi apresiasi yang tinggi dan bangga terhadap langkah Gubernur VBL,” katanya.

Menurut Bupati, penggunaan pakaian adat ini secara tidak langsung mengangkat nilai tawar sarung songke. Selain itu langkah ini juga sebagai bagian promosi pariwisata budaya yang sejak lama didegungkan di Manggarai Barat. “Saya yakin, nilai tawar tenun songke ikut terangkat dengan adanya pembelian yang dilakukan oleh para peserta RUPS yang lupa membawa pakaian adat khas daerah masing-masing,” paparnya. 

Dikatakannya, kendati ada pakaiaan adat daerah lain di NTT yang dikenakan peserta RUPS, namun yang paling dominan adalah pakaian adat khas Manggarai Barat, sebagai tuan rumah. Hal ini selaras dengan Visi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat yakni Menuju Manggarai Barata yang Ramah, Maju dan Sejahtera. Pengertian ramah dalam Visi tersebut katanya, termasuk ramah budaya.

Untuk diketahui peserta RUPS yang menggunakan pakaian khas adat Manggarai Barat antara lain Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Wakil Gubernur NTT, Yosef A. Naesoi,  Walikota Kupang, Dr. Jefirston R. Riwu Kore, MM, MH., Bupati Kupang Drs. Korinus Masneno, Bupati Timor tengah Selatan Egusem Piether Tahun, ST, MM., Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes, S.Pt., Bupati Belu Wilybrodus Lay, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, M.Ph., Bupati Alor Drs. Amon Djobo.

Termasuk Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, ST., Bupati Flores Timur Antonius H. Gege Hadjon, ST., Bupati Sikka Fransiskus R. diogo, S.Sos., M.Si., Plt. Bupati Ende Drs. H. djafar Achmad, MM., Bupati Nagekeo dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes., Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoda, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH. M.Hum., Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus, SH, MH., Bupati Sumba Barat Drs. Agustinus Niga Dapawole, Bupati Sumba Tengah Drs. Paulus S.K. Limu, Bupati Sumba Timur Drs. Gidion Mbilijora, M.Si., Bupati Sabu Raijua Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si., Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu, SH., kecuali Bupati Rote-Ndao Paulina Haning-Bullu, SE. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *