Peserta Raker Humas Kunjungi 3 Obyek Wisata di Kabupaten Sumba Barat

Waikabubak – Tour Wisata yang merupakan bagian dari agenda Rapat Kerja (Raker) Kehumasan yang dihadiri dan diikuti oleh Aparatur Humas dan Protokol Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT tahun 2018 di Kabupaten Sumba Barat mendapat apresiasi dari para peserta Raker. Para peserta yang berasal dari Biro Humas Provinsi NTT, Humas dan Protokol dari 21 Kabupaten/Kota, mengikuti kegiatan Tour Wisata yang diselenggarakan hari kedua Raker, Kamis (26/04) dengan baik.

Tour Wisata ini merupakan salah satu rekomendasi Raker Kehumasan tahun 2017 yang dilaksanakan di Kabupaten Alor. Dimana, dalam kegiatan Raker juga diagendakan Tour Wisata. Selain refreshing, Tour wisata ini bertujuan agar para  peserta membantu mempromosikan obyek wisata Kabupaten yang menjadi tempat pelaksanaan raker. Di Kabupaten Sumba Barat peserta Raker diberi kesempatan untuk Tour di tiga tempat yang berbeda, yakni Kampung Adat Sumba Barat Prai Ijing, Nihi Watu dan Tempat Wisata Rua.

Di kampung adat Prai Ijing Desa Tebara, peserta diterima secara adat sesuai adat yang dianut warga setempat. Penerimaan berlangsung  dilaksanakan di luar kampung atau sekitar 200-300 meter dari kampung adat, yang dipimpin oleh tokoh adat. Setelah menyampaikan sapaan dalam Bahasa setempat peserta diajak masuk ke kampung diiringi tarian sambil membunyikan gong.

Selanjutnya peserta diajak untuk melihat dari dekat rumah-rumah adat khas Sumba Barat yang atapnya menjulang tinggi. Peserta mendapat kesempatan untuk mengenal budaya Sumba Barat khusus di Prai (Kampung) Ijing sambil mengabadikan setiap moment. Bahkan ada peserta yang berkesempatan memakai pakaian adat setempat.

Selama berada di Prai Ijing, para peserta kagum dengan adanya batu-batu besar berjejer, berbentuk segi empat yang panjangnya diperkirakan 150-200 meter dan lebarnya dipekirakan 100-130 cm yang berada di sekitar Kampung. Batu-batu besar itu merupakan kuburan leluhur atau nenek moyang warga Prai Ijing.

Jajaran kemegahan batu kubur megalitik yang terkesan angker namun sakral, merupakan sumber keyakinan penganut Merapu, yang meyakini bahwa rumah adat dan kubur batu merupakan simbol kehidupan dan kematian. Merapu adalah suatu kepercayaan yang pada hakekatnya, manusia akan mengalami kematian sebagai akhir kehidupan dunia nyata dan beralih kepada dunia yang tidak nyata atau merapu atau dunia arwah. Dalam kehidupan tidak nyata, manusia masih terus berhubungan dengan manusia yang hidup melalui ritual adat.

Dari Prai Ijing, tempat selanjutnya yang dikunjungi adalah Resort Nihi Watu yang terletak di bagian Selatan Waikabubak. Untuk sampai ke Nihi Watu dibutuhkan waktu sekitar 90 menit dari Waikabubak, dengan menggunakan Bus. Resort Nihi Watu telah dinobatkan sebagai resort terbaik dunia. “Kami (Sumba Barat; red) memiliki resort terbaik dunia. Dan predikat ini sudah dua tahun berturut-turut,” jelas Bupati Sumba  Barat Agustinus Niga Dapawole, saat menerima peserta raker di Rujab Bupati Sumba.

Untuk memasuki Resort yang dibangun diatas lahan 25 hektar itu, memang sangat ketat. Yang tidak berkepentingan dilarang masuk, hal tersebut dilakukan untuk menjaga privasi tamu-tamu yang menginap di resort tersebut. Namun khusus untuk peserta Tour Wisata Kehumasan, diberikan sedikit kelonggaran karena adanya jaminan dari Pemerintah setempat dan komitmen dari pseserta untuk menjaga ketertiban selama berada di wilayah resort.

Setelah berkeliling dan menyaksikan wisatawan yang berselancar di pantai selatan Nihi Watu, obyek terakhir yang dikunjungi adalah Resort Rua. Resort Rua ini merupakan asset Pemda sumba Barat yang dikelola pihak ketiga. Ditempat ini selain dilaksanakan acara evaluasi dan penutupan raker, pada saat yang sama Resort Rua diresmikan pemanfaatannya.

Semua acara berjalan dengan baik, berkat kerja maksimal dari panitia Kabupaten Sumba Barat terutama pimpinan dan Staf Humas & Protokol Setda Sumba Barat. (Humas Manggarai Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *