Perkembangan Pariwisata di Labuan Bajo, Tidak Diimbangi Dengan Ketersediaan BBM

Labuan Bajo – Bupati Kabupaten Manggarai Barat-NTT, Drs. Agustinus Ch. Dula memaparkan perkembangan pariwisata di Labuan Bajo pasca penetapan sebagai destinasi pariwisata super prioritas oleh Pemerintah Pusat begitu cepat. Hal itu ditandai dengan makin banyak hotel baru, restoran dan juga tempat-tempat usaha lain yang berhubungan dengan dunia pariwisata. Ironisnya, perkembangan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Pasca penetapan sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, perkembangan Labuan Bajo sangat pesat. Baru-baru ini salah satu gerai kopi terbaik dunia, Starbucks Coffee Company di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo sudah dibuka, menyusul yang lain. Itu artinya ke depan kebutuhan BBM tentu semakin meningkat. Sementara di Labuan Bajo, Depo BBM belum ada. Nah, ini jadi masalah karena pasti bakal terjadi kelangkaan BBM,” demikian Bupati Gusti Dula, saat rapat dengan pihak Kepala Region Manager Suply and Distribution MOR V Surabaya, Arman Siswandi, Kamis (23/5) siang.

Menurut Bupati Gusti Dula, saat ini perhatian Pemerintah Pusat begitu besar terhadap perkembangan pariwisata Manggarai Barat. Aksesibilitas , seperti Bandara, Dermaga, Listrik, Air, hotel serta jalan terus digenjot, tinggal persoalan BBM yang sesewaktu terjadi kelangkaan. Terhadap hal ini dibutuh respon dari Pertamina. “Manggarai Barat, salah satu daerah rawan longsor. Posisi Depo Pertamina ada di Reo Kabupaten Manggarai. Jika terjadi bencana longsor dan banjir, maka akses utama yang menghubungkan Reo dengan Labuan Bajo, lumpuh total. Mobil-mobil pengangkut BBM di atas 6 ton, tidak mungkin bisa lewat,” tandasnya.

Karena itu, dirinya mendesak pihak Pertamina untuk menyikapi persoalan ini dengan mendirikan Depo BBM di Labuan Bajo. Lahan sudah disiapkan, di bagian utara dan selatan Labuan Bajo, tinggal disurvei kelayakannya. “Masalah tanah dan izin kami (Pemda; red) jamin dan telah kami usulkan tempatnya di Selatan atau Utara Labuan Bajo, tinggal Pertamina survei lokasi mana yang layak. Yang penting Pertamina mempunyai niat membangun Depo BBM di Labuan Bajo demi mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi nasional bahkan internasional sebagaimana BUMN yang lain yang sudah konkret merealisasikan keinginan pemerintah pusat,” tegasnya.

Terkait desakan Bupati Manggarai Barat tersebut, Kepala Region Manager Suply and Distribution MOR V Surabaya, Arman Siswandi mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta terkait kesiapan Labuan Bajo untuk mendirikan Depo BBM. “Pak Bupati, usulan ini akan kami evaluasi dan pada saat yang sama akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM di Jakarta,” katanya.

Evaluasi tersebut demikian Arman, sambil memperhatikan perkembangan kebutuhan di Labuan Bajo. Aspek-aspek penting yang dievaluasi, selain lokasi juga aspek teknis dan non teknis, terutama berkaitan dengan keuntungan dari sisi ekonomi. “Jangan sampai Depo BBM yang nanti akan dibangun itu mubasir. Karena kalau untuk memenuhi kebutuhan BBM di Labuan Bajo, kita masih bisa menggunakan Floting Storage. Ini merupakan solusi jangka pendek pemenuhan kebutuhan bbm Labuan Bajo,” papar Arman.

Sementara itu, Person In Charge (PIC) Manggarai Barat di Jakarta Mathias Mboi meminta pihak Pertamina untuk serius menyikapi usulan Pemerintah kabupaten Manggarai Barat melalui Bupati. Mengingat hal ini telah ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan saat rakor di Jakarta. “Saya berharap Pertamina serius menyikapi usulan bupati Manggarai Barat. Marna hal ini telah ditegaskan oleh Menko Bidang Kemaritiman saat rapat di Jakarta. Saya juga berharap agar ada timeline yang jelas sehingga kami dapat melaporkan perkembangnya kepada Pak Menko,” pintanya.

Turut hadir dalam rapat ini Kapolres Manggarai Barat Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si, Kepala Operasional Depo BBM Reo Jhodi Irawan, Dirut Operasional PT. Citra Sarijaya Migas (Industri and marine Fuel Solution) Iwan Ananta Wijaya, Dirut Destinasi Pariwisata BOP Labuan Bajo Flores, Heribertus Nabit, Direktur Pemasaran Pariwisata BOP Labuan Bajo Flores Susanto Werry, Kepala OPD terkait, dan Camat Komodo Imran. (Tian Candra/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *