Pemda Mabar Dapat Batuan 1 Unit Mesin Pencacah Plastik

Labuan Bajo – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendapat bantuan 1 (satu) unit Mesin Pencacah Plastik dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia. Bantuan Mesin Pencacah Plastik diserahkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian PUPR Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng. Sc., dan diterima langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula. Penyerahan berlangsung di Kantor Perwakilan PUPR Kabupaten Manggarai Barat – Wae Mata Desa Gorontalo.

Menurut informasi Mesin Pencacah Plastik ini sendiri merupakan hasil inovasi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) Yogyakarta. Untuk merealisasikan inovasi ini FT UGM bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT. Barata Indonesia. Turut hadir Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono S.I.K, M.Si, Sekretaris Daerah Manggarai Barat Mbon Rofinus, M.Si, Duta Besar (Dubes) Belgia untuk Indonesia Patric Herman dan Deputi Bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim Dr. Safri Burhanuddin, DEA serta dan beberapa Pimpinan OPD terkait.

Saat menerima Mesin Pencacah Plastik tersebut Bupati Mabar, Gusti Dula tidak bisa menyembunyikan rasa kegembiraannya. “Lagi-lagi Manggarai Barat mendapat berkah dari pemerintah Pusat melalui Kemterian PUPR. Sebagai Bupati, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendapat bantuan mesin. Hebatnya lagi Mabar mendapatkan kesempatan pertama yang menerima mesin ini,” demikian Bupati Gusti mengawali sambutannya sore ini, Jumat (27/04).

Menurut Bupati, bantuan yang secara terus menerus mengalir ini bukan merupakan factor kebetulan. Namun hal ini berkat potensi wisata yang dimiliki Manggarai Barat. “Bantuan ini (mesin; red), tentu berkaitan dengan potensi pariwisata yang dimiliki daerah ini. Akhirnya, kami selalu menjadi prioritas”, ungkap Bupati dua periode ini dengan senyum sumringah.

Untuk mencapai sesuatu yang ideal, demikian Bupati Gusti Dula bahwa daerah ini masih membutuhkan banyak perhatian, perbaikan dan pembenahan. Dan untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun dari masyarakat local sangatlah penting. “Mari ramai-ramai kita keroyok pembangunan Mabar ke depan agar apa yang kita cita-citakan bersama dapat terwujud”, tandasnya.

Sementara Kepala Badan Litbang Kementerian PUPR Dr. Ir. Danis H. Sumadilaga, M.Eng. Sc. menjelaskan bantuan Mesin Pencacah Plastik ini berfungsi untuk mengolah limbah-limbah plastic. Limbah plastic yang diolah, nantinya akan dicampur dengan aspal.

Berdasarkan hasil uji laboratorium 2017 oleh Pusat Litbang Jalan Balitbang Kementerian PUPR, campuran beraspal panas dengan tambahan limbah plastik lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan dengan campuran beraspal panas biasa.

“Penggunaan limbah plastik sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan. Dan yang paling penting pemanfaatan limbah plastik untuk bahan pembuat aspal ini tidak beracun,” jelasnya.

Disampaikan Sumadilaga, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bahkan siap membeli seribu alat pencacah limbah plastik dan mendistribusikannya dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan demi menunjukkan keseriusannya dalam pengolahan limbah plastik di Indonesia yang hasilnya dapat digunakan sebagai bahan campuran aspal hingga 20%.  (Agustinus/Asty/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *