Menko Bidang Kemaritiman, Pantau Pekerjaan Insfrastruktur Sambut Annual Meeting IMF-World Bank

Labuan Bajo – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Pandjaitan, hari ini (Selasa, 20/03) melakukan Kunjungan Kerja ke Labuan Bajo ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat. Kunjungan Kerja ini dalam rangka melihat dan memantau secara langsung proses pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo menyambut penyelenggaraan Annual Meeting IMF-World Bank yang dilaksanakan di Denpasar-Bali bulan Oktober 2018 mendatang.

Rombongan Menko Bidang Kemaritiman berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta pukul 10.10 Wib dengan pesawat Batik Air ID 6522 dan tiba di Bandara Komodo pukul 14.10 Wita. Di bandara komodo, Menteri dan rombongan diterima oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, Wakil Bupati Manggarai barat, drh. Maria Geong, Ph.D., Sekretaris Daerah, Rofinus Mbon, SH., M.Si., Kejari Manggarai Barat, Julius S. Kristanto, SH. MH., Kapolres Manggarai Barat, Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si dan sejumlah pejabat lainnya.

Karena alasan kemananan oleh otoritas Bandara Komodo, penjemputan sesuai adat-istiadat setempat hanya boleh dilakukan di depan area ruang VIP (Very Important Person). Di depan ruang VIP, Menko Bidang Maritim dan rombongan dijemput secara adat yang dipimpin Ardianus Hamut.

“Yo ite ame ata mai lau mai Jakarta. Hami roeng Manggarai Barat, pu’ung one mai Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten agu sanggen Kepala-kepala Dinas, Camat-camat, kepala-kepala Desa, wan ata koen-etan ata tu’a, tiba ite ame Menteri agu rombongan. Neho tendeng tuka mese-neho joeng tuka koe, tiba ite ame Menteri. Ho’o tuak, tau kapu ite, ho’o kole manuk bakok, tau naka ite,” demikian torok yang disampaikan Ardi Hamut.

Usai penjemputan secara adat, Menko Bidang Kemaritiman dan rombongan diajak untuk masuk ke ruang VIP. Tanpa basi-basi, Menteri Kabinet Kerja yang dikenal sangat tegas ini langsung menyoroti kondisi Bandara Komodo. Menurut dia, di jalan masuk menuju ruang VIP, kondisi jalan tidak baik. “Mana, pihak Angkasa Pura II? Nah, tadi jalan masuk ke ruang VIP ini sangat jorok. Saya perintahkan pihak angkasa Pura II segera memperbaiki jalan masuk tersebut,” tegasnya.

Menurut Menko, jalan masuk menuju ruang VIP ini dikerjakan asal jadi tanpa memperhatikan unsur kerapian dan keindahan. Karena itu jika BUMN tidak bisa menunjukan kualitas perkejaan yang baik, diberikan kepada pihak swasta yang bertanggung jawab. “Kerapian dan keindahan adalah suatu yang penting, jangan asal kerja. Karena itu, kalau BUMN tidak bisa, berikan kepada pihak swasta, ini sesuai perintah Presiden kita. Dan ingat, tamu Annual Meeting IMF ini berasal dari semua Negara di dunia,” tandas Purnawirawan TNI ini.

Tidak lama berselang, Menko didampingi Bupati, Wakil Bupati, Kejari, Kapolres dan para pejabat dari pusat, sempat meninjau Bandara Komodo. Saat peninjauan Menko mengatakan, banyak hal yang harus segera dibenah. Tampilan sangat penting, jika tampilan kita buruk itu akan menunjukan kualitas kita. “Nah, masa mau jika ada pihak yang menilai kita jelek, hanya gara-gara hal sepele yang semestinya bisa kita atasi?,” imbuhnya.

Selain meninjau Bandara, Menko juga sempat meninjau Outlet Culiner di Exotic dan melakukan orientasi di Lokasi, juga Rest Area di Puncak Waringin dan lahan yang rencananya akan dibangun Souvenir Shop. Di Puncak Waringin, Menko berdarah Batak ini menegaskan agar semua persoalan yang sudah diindentifikasi oleh Tim Percepatan pembangunan Labuan Bajo dari semua Kementerian, segera diselesaikan. (Adol/Tian/Very/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *