Laskar Komodo siap Menuju ETMC 2019 di Malaka

Labuan Bajo – Persatuan Sepak Bola Manggarai Barat (Persamba) yang dijuluki “Laskar Komodo” dipastikan siap mengikuti ajang Turnamen Sepak Bola Tari Memorial Cup (ETMC) antar Kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kabupaten Malaka bulan Juli 2019 mendatang. Saat ini para pemain yang lolos seleksi, dalam tahap Traning Center (tc)  di Yogyakarta-DIY selama satu bulan penuh.

Demikian disampaikan Manajer Tim Persamba, Ir. Oktavianus Andi Bona, Minggu (24/5) pagi. Dijelaskannya, proses seleksi untuk menjadi pemain Persamba pada penyelenggaraan ajang sepak bola paling bergengsi di NTT ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kali ini, proses rekrutmen dan seleksi dilaksanakan tidak saja di Labuan Bajo, tetapi di beberapa kota besar seperti  Denpasar, Surabaya, Malang dan Yogyakarta melalui kerjasama dengan klub-klub lokal hasil turnamen perkumpulan orang Manggarai Barat.

“Hasil evaluasi menunjukan proses seleksi dan rekrut pemain dari luar Manggarai Barat untuk menjadi pemain Persamba tidak selalu sesuai harapan. Berangkat dari evaluasi tersebut, pada penyelenggaraan ETMC 2019 ini, kami terapkan pola baru yakni rekrut putra-putra Manggarai Barat yang sedang menempuh kuliah, mulai dari Denpasar, Surabaya, Malang dan Yogyakarta. Dan ternyata anak-anak yang punya potensi sangat banyak,” jelasnya.

Di beberapa kota tersebut terjaring putra-putra daerah Manggarai Barat yang memenuhi standar. Namun persoalaannya adalah, mereka pada umumnya sementara kuliah. Tidak mungkin, para pemain yang lolos seleksi dipaksakan untuk meninggalkan kuliah. Karena itu dicarikan jalan keluar, dengan memilih Yogyakarta sebagai tempat pemusatan latihan.

“Pemilihan  training center di Yogyakarta, berdasarkan pertimbangan yang disampaikan para pemain yang lolos seleksi. Alasannya, pemusatan latihan di Yogyakarta bisa menghemat biaya transport, dan tidak mengganggu studi mereka. Pertimbagan tersebut disetujui dan pemain yang lolos seleksi dari Labuan Bajo, sebanyak 5 orang juga sudah menuju Yogyakarta dengan menempuh perjalanan darat,” katanya.

Menurut Kepala Dinas PUPR Mabar yang biasa disapa Ovan Adu, training center di Yogyakarta akan dilaksanakan selama satu bulan penuh, di bawah asuhan pelatih Patrik Domal dan Edwar Y.Togo, dimana keduanya merupakan mantan pemain Persamba.

“Skuad kita (Persamaba; red) sudah lengkap dan sedang TC di Yogyakarta di bawah bimbingan Pelatih 1 Patrik Domal dan Pelatih 2 Edwar Y.Togo. Keduanya mengantongi lisensi pelatih tingkat C AFC yang dikeluarkan PSSI, karena ini syarat jadi pelatih pada ETMC di Malaka sesuai ketentuan Asprof PSSI NTT,” paparnya..

Ketentuan pemain pada penyelenggaraan ETMC 2019 ini, demikian Ovan Adu sangat ketat, yakni mengacu pada aturan liga 3 PSSI.  Ketentuan umurnya seperti yunior batas usia minimal 18 tahun, dan maksimal 22 tahun dan senior 3 orang batas usia maksimal 30 tahun. Ketentuan ini jelasnya, menyulitkan karena pemain yang umurnya sesuai ketentuan tidak terlalu banyak di Labuan Bajo, ditambah lagi dengan minimnya pengalaman bertanding diusia tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *