Koordinator Kopertis Wilayah VIII Tegaskan Kehadiran PT Sangatlah Penting

Labuan Bajo – Koordinator Kopertis Wilayah VIII – Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat Prof. I Nengah Dasi Astawa, menegaskan kehadiran Perguruan Tinggi dalam suatu daerah sangatlah penting, terutama dalam upaya meningkatkan dan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai dan berdaya saing. Karena itu inisiatif dan komitmen Yayasan Bangkit Anak Negeriku (BANK)  yang mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi, Politeknis Pariwisata eLBajo di Labuan Bajo, merupakan langkah cerdas.

Pernyataan itu disampaikan Astawa, saat memberi sambutan pada acara peletakan batu pertama (ground breaking) Kampus eL Bajo Commodus, di Lancang Kelurahan War Kelambu Kecamatan Komodo, Sabtu (10/02). “Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas SDM. Karena hanya melalui kampus kita bisa menciptakan generasi yang handal dan berdaya saing. Langkah atau inisiatif Yayasan BANK dalam mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi Politeknik Pariwsata di Labuan Bajo, merupakan langkah cerdas yang mampu membaca peluang dan kebutuhan jangka panjang di Labuan Bajo,” katanya.

Menurut pria yang membawahi 169 Kampus di seluruh wilayah Bali, NTT dan NTB ini, sejak ide mendirikan Perguruan Tinggi disampaikan oleh pihak Yayasan BANK (Ibu Noviana Halim), dirinya langsung setuju dan mendukung penuh. Sebagai bukti dirinya bersama pihak yayasan beberapa kali sudah datang ke Labuan Bajo bertemu dengan Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula dan membantu untuk memperlancar segala urusan yang berkaitan dengan administrasi dan persayaratan mendirikan sebuah lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi.

“Kabupaten Manggarai Barat ini masih tergolong sangat muda, tapi potensi luar biasa. Apabila dalam perjalanan selama 15 tahun ini belum terlalu maju dan sesuai harapan banyak pihak, saya kira itu bukan semata-mata karena kesalahan Pemerintah Daerah, tetapi di Labuan Bajo memang belum ada lembaga pendidikan tinggi untuk menciptakan SDM yang berkualitas,” tandas Astawa yang mengaku baru menyaksikan ritual peletakan batu pertama dengan ritual adat.

Dijelaskannya, belakangan perhatian Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Manggarai Barat sangat besar dengan dengan dibentuknya lembaga non-kementerian dalam wujud Badan Otorita Pariwisata (BOP). BOP ditugaskan mengelola  destinasi di luar Bali dalam rangka mewujudkan “single destination single management”. Hal ini dimaksudkan bahwa nantinya setiap daerah pariwisata yang telah ditetapkan akan dikelola oleh masing-masing BOP. Dengan demikian suatu saat posisi Labuan Bajo akan setara dengan Bali, apalagi Labuan Bjo tidak berbeda dengan Bali.

Kampus ElBajo Lakukan Ground Breaking, Bupati Mabar: Predikat Baru yang Patut Dibanggakan

Lebih jauh, Astawa berharap masyarakat Manggarai Barat harus mendukung dan memanfaatkan kehadiran Lembaga Pendidikan ini nantinya, dengan cara mengirim atau mendaftarkan anak-anak  di Kampus El Bajo. “Dukung Kampus ini dengan cara mendaftarkan putra dan putrinya di sini (Kampus El Bajo; red). Anak-anak dari Mangarai Barat tidak perlu keluar daerah lagi untuk kuliah,” ujarnya.

“Cukup sudah kita mengirimkan anak-anak kita kuliah di luar daerah karena ada begitu banyak uang yang keluar. Tidak lama lagi, Manggarai Barat memiliki kampus, pastikan uang yang tidak sedikit itu beredar di Labuan Bajo saja,” jelas Astawa,  yang disambut tepuk tangan meriah dari para udangan yang hadir seraya berpesan pada pihak Yayasan, agar memanfaatkan dan mengutamakan pekerja lokal sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Sedana dengan Astawa, Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, SIK., M.Si., yang juga diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan mengungkapkan kehadiran PT di Labuan Bajo ini merupakan hal yang luar biasa, karena ini berkaitan dengan pembangunan SDM. ”Saya setuju dengan pendapat yang disampaikan Prof. Astawa, bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan kualitas SDM. Karena itu penting bagi kita untuk membangun dan menyiapkan SDM yang baik dan handal,” tegasnya.

Dirinya yakin, Lembaga Pendidikan El Bajo nantinya, akan memberikan kontribusi besar untuk Manggarai Barat dalam menciptakan SDM yang dibutuhkan. Kehadiran kampus El Bajo ini, jelas pengganti AKBP Dr. Supiyanto, M.Si selaras dengan program Polri Peduli Sekolah. “Polri mempunyai program Peduli Sekolah. Dalam program ini Polri memberikan peduli pada anak sekolah dengan mendatangi dan mengunjungi Sekolah-sekolah. Untuk Polres kami memang baru mengunjungi beberapa sekolah, belum semua kami kunjungi,” jelasnya.

Menurut Kapolres, ada beberapa hal yang menimbulkan keprihatinan, seperti banyak anak-anak pada level Sekolah menengah di Manggarai yang belum mengetahui akan kemana mereka setelah menyelesaikan SMA. “Ada fakta yang menarik dan menimbulkan keprihatinan kita, saat kami menyampaikan pertayaan akan kemana setelah tamat SMU dan apa cita-cita mereka. Umumnya, mereka tidak tahu akan ke mana, bahkan tidak tahu, apa cita-citanya. Ini kondisi yang sangat prihatin dan menyedihkan,” imbuhnya.

Dijelaskannya, Polres Mabar saat ini sedang berupaya mendampingi anak-anak Sekolah di Manggarai Barat dengan menawarkan kepada sekolah untuk mengikuti bimbingan Polres Manggarai Barat, membantu mereka memberikan informasi. Bimbingan tersebut terutama bagi anak-anak sekolah di pulau-pulau yang ada di Mabar yang belum mempunyai lembaga pendidikan SMA. (**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *