Kampus ElBajo Lakukan Ground Breaking, Bupati Mabar: Predikat Baru yang Patut Dibanggakan

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula menegaskan Sejak ditetapkan sebagai salah satu keajaiban dunia (new 7 wonders of the world) pada tahun 2011 silam, berbagai predikat datang silih berganti. Dampak kunjungan ke Pulau Komodo semakin meningkat tiap tahunnya, karena pada saaat yang sama perhatian Pemerintah Pusat juga semakin besar. Dan pada tahun 2018 ini, ada predikat baru  yang patut dibanggakan dengan kehadiran lembaga Pendidikan Tinggi yakni Kampus El Bajo Commodus.

Hal tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula saat memberikan sambutan usai melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Gedung Kampus Politeknik El Bajo Commodus, di Lancang Kelurahan Wae Kelambu, kecamatan Komodo, Sabtu (10/02). “Kita patut bersyukur, semenjak Kabupaten Manggarai Barat ditetapkan sebagai salah satu 7 Keajaiban Dunia dengan ikon utama Komodo, berbagai predikat datang silih berganti. Dan sebagai Bupati, saya berpikir predikat-predikat yang ada ini belum lengkap, jikalau kita belum memiliki lembaga pendidikan Tinggi,” jelasnya.

Dalam perjalanan waktu, jelas Bupati dua periode ini, tiba-tiba pada tanggal 13 Desember 2016 hadir Ibu Novi Halim dari Yayasan Bangkit Anak Negeri bersama Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa,M.Si., menyampaikan rencana pendirian Perguruan Tinggi. “Akhir tahun 2016 silam, tepatnya tanggal 13 Desember, Ibu Novi dan Pak Astawa  datang dan menyampaikan rencana pembangunan Perguruan Tinggi. Rencana ini tentu saya sambut baik. Setidaknya kerinduan akan adanya Lembaga Pendidikan Tinggi di Labuan Bajo,  segera terjawab,” jelas Bupati penuh semangat.

Baca: http://humas.manggaraibaratkab.go.id/yayasan-bangkit-anak-negeri-segera-dirikan-politeknik-pariwisata-di-labuan-bajo/

Menurut Bupati, kerinduan akan adanya Perguruan Tinggi sempat hilang karena usai pertemuan tahun 2016 itu, rencana tersebut tidak kunjung terwujud. Komunikasi dengan pihak Yayasan Bangkit Anak Negeriku sempat tersendat, karena tidak ada kepastian akan Pendirian Kampus El Bajo Commodus. “Sempat ada kekecewaan , namun ternayata hari ini, kita sama-sama menyaksikan dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus El (Excellent) Bajo. Dan pembangunan ini pasti sukses,” tandasnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Bangkit Anak Negeriku, Noviana Halim menjelaskan ide mendirikan Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi di Manggarai Barat terinspirasi dari kunjungan dan komunikasi yang baik dengan Bupati Manggarai Barat. “Begitu penting peranan pendidikan bagi kehidupan manusia. Ide mendirikan lembaga pendidikan di Labuan Bajo, terinspirasi dari kunjungan-kunjungan yang komunikasi yang telah bangun. Datang ke Labuan bajo dan kepulauan di sekelilingnya bagaikan “the forgotten jewels”. Seakan-akan bagai permata yang terlupakan untuk beberapa decade dan hampir setiap orang yang datang karena berdecak kagum,” jelas Ibu Noviana.

Menurut dia, tekad mendirikan Lembaga Perguruan Tinggi di Labuan Bajo semakin kuat juga berangkat dari fakta bahwa di Labuan bajo-Manggarai barat, belum ada satupun Lembaga perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta. Komunikasi yang baik dengan Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula dan dukungan yang sangat tinggi dari Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Profesor Dr. I Nengah Dasi , Astawa, M.Si yang sangat peduli terhadap kemajuan pendidikan di Wilayah NTT dan dukungan dari  Orang tua yang pernah mendirikan Lembaga Pendidikan  berbahasa Mandarin, memudahkan rencana pembangunan kampus ini.

“Puji Tuhan, berkat dukungan dari semua pihak di atas, serta doa dari seluruh anggota Yayasan Bangkit Anak Negeriku (BANK), akhirnya pada hari ini kita semua dapat menyaksikan peletakan batu pertama tanda didirikannya gedung kampus Politeknik elBajo Commodus di kampong Lancang ini. Yayasan BANK bercita-cita bukan hanya memberikan pendidikan formal kepada seluruh generasi muda pada khususnya dab masyarakat Manggarai barat pada umumnya tetapi harapan kami ke depan akan mengembangkan pendidikan informal,” jelasnya.

Selain itu Noviana Halim, sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Manggarai Barat, karena rencana Pembangunan Kampus baru terealisasi pada tahun 2018 ini. Hal itu  disebabkan karena peryaratan mendirikan Lembaga Pendidikan Tinggi saat ini agak sulit namun bukan dipersulit, karena beberapa persyaratan  yang harus dipenuhi. “Maaf Pak Bupati, pebangunan Kampus baru terealisasi tahun ini, bukannya disengaja tetapi ternyata saat ini untuk mendirikan sebuah Perguruan Tinggi, persyaratannya banyak sekali,” ujarnya.

Untuk diketahui proses peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kampus elBajo Commodus diawali dengan ritual adat sesuai tradisi setempat. Pembawa ritual adalah tu’a-tu’a (tokoh-tokoh) adat dari tiga anak kampong yakni Lancang, Serenaru dan Wae Kesambi. Bertindak atas nama Yayasan BANK adalah Bapak Ardi Hamut, dan Bapak Teodorus Urus dan Tu’a-tu’a tiga kampong (Lancang, Serenaru dan Wae Kesambi) sebagai pemilik tanah (ata ngaran tana). Selanjutnya ritual adat ini diperkuat dengan doa tiga orang pemimpin agama antara lain Romo Rikar dari agama Katolik, Ustaz Mochtas dari Islam dan Pendeta Rudi dari Kristen.

Hadir dalam peletakan batu pertama ini, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Profesor Dr. I Nengah Dasi , Astawa, M.Si, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK., M.Si.,  Ketua TP PKK Manggarai Barat, Nyonya Wys Dula, S.Pd., Asisten I, Drs. Benediktus Banu, Danramil Komodo, Danpos Al Komodo, Danpos AU, Ketua Organisasi Bhayangkari, beberapa pimpinan OPD Pemkab Mabar, para Kepala Sekolah SMA se-Labuan Bajo dan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Agustinus H/**)

foto-foto Ground Breaking Kampus elBajo:

Ritual Adat Pembangunan Kampus elBajo di Lancang.