Kadis Parbud Mabar: Semarak Festival Komodo 2017, diselenggarakan selama Satu Bulan

Labuan Bajo (04/02) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Manggarai Barat, Ir. Theodorus Suardi, M.Si., menjelaskan Festival Komodo 2017 yang berlangsung selama satu bulan tersebut  diawali dengan Parade/Pawai Patung Komodo pada tanggal 04 Februari dengan titik starnya di Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung. Parade dimulai pukul 14.30 WITA dengan rute selanjutnya pertigaan BNI, Pertigaan jalan Patung Komodo (pasar baru), Langka Kabe, Sernaru, Lancang, Wae Bo, SDK Wae Medu, Pertigaan Polres Mabar, Patung Caci, Pasar Batu Cermin, dan Finish di tempat Acara Festival Komodo Batu Cermin.

“Semua peserta Parade akan berkumpul di Lapangan Sepak Bola Kampung ujung. Pelepasan peserta dipimpin oleh Bupati dan  Wakil Bupati Manggarai Barat. Para peserta parade wajib membawa Patung Komodo, pernak-pernik Komodo, Spanduk/Baliho yang bergambar Komodo. Sedangkan pakaiannya menggunakan busana/atribut khas setempat yakni selendang songket, topi Re’a atau songket, sapu (destar),” jelasnya.

Menyangkut Pameran, baik pameran Kerajinan Daerah maupun Makanan Khas Daerah akan dilaksanakan selama 29 hari. Kerajinan daerah yang dipamerkan seperti hasil tenunan, anyaman, ukiran, lukisan dan lan sebagainya. Pameran kerajinan ini tentu mempunyai tujuan selain mempromosikan hasil kerajinan daerah yang memiliki nilai ekonomi juga wahana atau ajang pertemuan antara penjual dan pembeli (buyers and sellers).

Untuk pameran kerajinan ini telah disediakan 10 bangunan berukuran 3 x 3 meter. Demikian juga dengan pameran makanan khas daerah, yang akan dipamerkan adalah  makanan khas Manggarai Barat serta makanan khas etnis lain yang tentu berdomisili di Manggarai Barat. Sementara semua peserta pameran akan dinilai oleh panitia khusus yang berkompeten, aka nada kategori pameran terbaik I, II, dan III.

Kegiatan lain menurut Theo Suardi adalah Lomba Foto Daya Tarik Wisata Manggarai Barat. Lomba ini dilakukan dalam upaya mendapatkan foto-foto dengan kualitas terbaik untuk tujuan promosi destinasi pariwisata Manggarai Barat dengan tema Komodo Beauty Photo Contest. Selain lomba foto, juga ada Lomba Volley Pantai yang pesertanya berbagai kalangan masyarakat, baik perorangan maupun kelembagaan dengan kategori 20 tim laki-laki dan 20 perempuan. Pembukaan Volley Pantai dilaksanakan pada tanggal 07 Oktober 2017, di Pantai Pede.

Lomba lainnya adalah Dayung Sampan Tradisional untuk umum dengan kategori putra dan putri semua kelompok umur dengan lokasinya di Pantai Siberu pada tanggal 19 Februari 2017. Lomba ini dilaksanakan selama tiga hari dan tiga pemenang akan diberikan hadih. Selanjutnya pada tanggal 26-27 Februari akan diselenggarakan Pemilihan Duta Wisata Komodo. Duta wisata Komodo ini akan diseleksi dari pasangan muda-mudi Manggarai Barat dengan nama Reba-Molas Komodo. Peserta minimal berusia 17 tahun dan maksimal 24 tahun dan belum menikah. Peserta dapat berasal dari utusan SMA/sederajat, utusan Perguruan Tinggi atau Perusahaan dan masyarakat lainnya yang berasal dari Manggarai Barat.

Sementara itu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Caci dan Komodo, panitia Festival melaksanakan workshop. Workshop Caci akan menampilkan 3 (tiga) pembicara yang cukup memiliki kompetensi, begitu juga dengan Komodo. Khusus untuk workshop Caci, rekomendasinya akan dijadikan konsep pikiran sebagai masukan dalam rangka penetapan peraturan. Workshop akan dilaksanakan pada tanggal 23 Februari di Hotel LBajo-Labuan Bajo dengan tema Caci dan Komodo Dalam Prespektif Kekuatan dan Tantangan Ekowisata Manggarai Barat. Dan pada tanggal 2-3 Maret 2017, akan digelar pentas Caci yang pesertanya utusan dari 10 kecamatan se-Manggarai Barat.

Untuk mengisi acara pada setiap malam, akan diisi dengan panggung hiburan yang secara bergilir dari 31 Sanggar Budaya dari 10 Kecamatan se-Manggarai Barat ditambah dengan 9 paguyuban/kelompok etnis yang berdomisili di Manggarai Barat. “Setiap malam akan diisi dengan berbagai macam pentas dari 31 sanggar dari 10 Kecamatan. Tidak hanya itu, 9 paguyuban yang ada juga kita libatkan, dan saat ini mereka (paguyuban; red) telah menyatakan kesediaan mereka dan siap mengguncang panggung ini (Batu Cermin; red),” demikian Suardi.

Pemkab Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, katanya sudah meminta dukungan publikasi dan promosi dari Kementerian Pariwisata (Kempar) Republik Indonesia (RI). “Bahkan melalui Kempar RI, kami meminta dukungan artis untuk didatangkan sebagai bintang tamu. Mudah-mudahan permintaan ini dikabulkan oleh Kempar RI,” tandasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *