Dukung Destinasi Super Prioritas, Pemkab Mabar Tanam Pucuk Merah di Median Jalan

Labuan Bajo– Setelah Pemerintah Pusat menetapkan Labuan Bajo, Ibu Kota Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT sebagai salah satu destinasi wisata super prioritas di Indonesia, berbagai upaya untuk menata Kota Labuan Bajo terus dilakukan pada berbagai sector pendukung. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat  (Pemkab Mabar) fokus pada upaya memperindah wajah kota dengan menanam bunga Pucuk Merah di semua median jalan.

Demikian disampaikan Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, disela-sela pemantauan penanaman dan perawatan bunga Pucuk Merah, pagi ini (10/05). “Labuan Bajo sudah ditetapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas oleh Pemerintah Pusat. Pembangunan pada berbagai sector sudah dan terus dilakukan. Tugas kita sebagai pemilik daerah ini adalah turut memperindah wajah kota, yang salah satunya dengan menanam bunga Pucuk Merah,” jelasnya.

Menurut Bupati Gusti Dula, selain ditanam sebagai tanaman hias karena alasan keindahan, pucuk merah juga berfungsi untuk mencegah longsor dan menyimpan cadangan air. Karena pohon pucuk merah memiliki akar tunggang yang kokoh, sistem perakarannya kuat, tidak mudah tumbang dan baik untuk merehabilitasi lahan. “

Disamping itu, jelasnya Pucuk Merah juga mampu bertahan hidup dalam jangka waktu yang cukup lama, diameter batangnya mencapai 30 – 40 cm dan tingginya bisa mencapai 7 – 9 meter. Tanaman pucuk merah sangat cocok ditanam sebagai penghijauan dan mencegah tanah longsor.

Menurut Bupati Gusti Dula, penanaman Pucuk Merah pada Median jalan di Kota Labuan Bajo, tidak dibebankan pada anggaran Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat, tetapi menjadi tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Manggarai Barat. Pola yang diterapkan dengan cara membagi pada  32 OPD yang ada. Satu OPD mendapat pembagian 300 – 700 meter.

“Anggaran untuk membeli dan merawat bunga pucuk merah bukan dari APBD Mabar tetapi dengan cara urunan para pegawai di masing-masing OPD. OPD dengan jumlah pegawainya banyak, biasanya bibit pucuk merah jauh lebih banyak dari OPD yang jumlah pegawainya sedikit. Tetapi itu semua dilakukan dengan tanpa adanya paksaan,” terangnya.

Dijelaskannya, pola seperti ini ternyata jauh lebih efektif dengan adanya partisipasi dan keterlibatan semua pegawai. Dan bibit pucuk merah yang ditanam juga mendapat perlakuan yang baik, mulai dari penyiraman dan melindungi pucuk merah tersebut agar tidak mati kepanasan. “Masing-masing OPD bertanggung jawab terhadap bibit pucuk merah yang telah ditanam. Apalagi dibeli dengan harga yang cukup mahal yakni Rp. 75.000 – 100.000,” tegasnya.

Selanjutnya Bupati berharap pada peringatan Hari Pohon Sedunia pada tanggal 21 November tahun ini, pucuk merah yang sudah ditanam sudah besar. Dan saat ini, setiap OPD Lingkup Pemkab Manggarai Barat, tetap konsisten menaman dan merawat pucuk merah yang sudah ditanam. “Merawat pucuk merah sekaligus membersihkan median jalan sehingga kelihatan rapi dan tentu mendukung Labuan Bajo Kota Bersahabat yaitu Bersih, Rapih, Sehat, Aman, Harmonis  dan Bermartabat,” tambahnya mengutip Visi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *