Dua Madrasah di Manggarai Barat telah dinegerikan melalui KMA

Labuan Bajo – Kementerian Agama telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 535 tahun 2018 tentang Penegerian 48 (Empat Puluh Delapan) Madrasah. Dari 48 Madrasah tersebut dua diantaranya Madrasah di Labuan Bajo Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Madrasah yang sudah dinegerikan adalah Madrasah Tsanawiyah Darussalam Labuan Bajo  yang menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Manggarai Barat dan MIS Al Khairiyah Labuan Bajo menjadi Madrasah Ibtidaiyah Negeri Manggarai Barat. KMA diserahkan hari ini (Rabu, 05/12) oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di  Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Manggarai Barat.

Turut hadir dalam acara penyerahan KMA ini, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, Ketua Komisi VIII DPR RI,  Ali Taher Parasong, Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D., Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Julius Sigit Kristanto, SH., MH., Wakapolres Manggarai Barat dan Wakil ketua Pengadilan Negeri Labuan Bajo.

Proses penyerahan KMA diawali dengan beberapa sambutan  dari para pejabat yang berwenang, termasuk Bupati Gusti Dula. Dalam sambutan Bupati menegaskan Penegerian menjadi keharusan untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan Madrasah. “Di sini, sangat jelas Pemerintah hadir. Selama ini, penegerian madrasah tidak significant. Ada kesan prosesnya sangat lambat,” katanya.

Bupati Gusti mengapresiasi keputusan Menteri Agama terhadap dua Madrasah yang ada di Labuan Bajo. “Melalui kesempatan yang berahmat ini, atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Manggarai Barat saya menyampaikan  ucapan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Kementerian Agama RI yang telah menegrikan kedua Madrasah ini. Dan selamat dan profisiat kepada keluarga besar MTs N 2 dan MIN Mabar,” ucapnya.

Dijelaskankannya, untuk tingkat Provinsi NTT, Kabupaten Manggarai Barat memiliki jumlah Madrasah yang sangat banyak yakni 47 Madrasah. Rinciannya, 28 Madrasah Ibtidaiyah, 13 Madrasah Tsanawiyah dan 6 madrasah Aliyah. Dan dari jumlah tersebut, baru 2 yang berstatus Negeri yakni MAN Manggarai Barat dan MTsN  1 Manggarai Barat di Nangalili Kecamatan Lembor Selatan.

“Sehingga dengan penegerian dua Madrasah, jumlah Madrasah Negeri di Manggarai Barat bertambah menjadi 4 (empat). Namun, kami masih berharap melalui Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI dan dukungan semua pihak terutama Ketua Komisi VIII DPR RI, Madrasah lainya yang belum negeri segera diubah statusnya menjadi Negeri. Harapan ini sangat beralasan dengan melihat kemampuan Yayasan dan masyarakat yang selama ini bermodalkan nekad dan semangat tanpa dukungan modal yang memadai,” imbuhnya.

Menurut Bupati dua periode ini, dengan dinegerikan kedua Madrasah ini, maka mutu pendidikan Madrasah ke depan juga harus jauh lebih baik. Karena itu segenap komponen yang ada di Madrasah ini agar memili sikap dan mental yang baik untuk memajukan dunia pendidikan di Manggarai Barat.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan senantiasa memberikan perhatian yang lebih untuk kemajuan dunia pendidikan, baik pada pendidikan umum maupun madrasah, melalui distribsi tenaga pendidik dan kependidikan,” tegasnya.

Salah satu perhatian Pemerintah Daerah adalah dengan mengangkat Guru Agama baik melalui PNSD maupun Tenaga Honorer Daerah yang ditempatkan pada Sekolah/Madrasah. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *