Camat Ndoso: Rumusan Musrembang merupakan Kebutuhan Masyarakat yang Sebenarnya

Tentang, Ndoso (23/02) Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) adalah hasil assesment  penting terhadap usulan program masyarakat  yang sifatnya prioritas. Karena rumusan yang dihasilkan merupakan kebutuhan masyarakat yang sebenarnya.

Demikian Camat Ndoso, Fransiskus Tote ketika menyampaikan sambutan singkatnya, di Aula Kantor Camat Ndoso saat membuka acara Musrenbang Tingkat Kecamatan Ndoso, yang didahului dengan membacakan sambutan Bupati Manggarai Barat.

Perhelatan Musrebang  yang merupakan Agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, kali ini mengusung Tema,”Pengembangan Layanan Dasar dan perekonomian Kabupaten Berbasis Kearifan Lokal”.

Dijelaskan, mengacu pada aturan hukum yang berlaku, dalam hal ini UU No 25 Tahun 2004 tentang Strategi Perencanaan Pembangunan Nasional, maka partisipasi masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam merencanakan pembangunan sebagai bentuk implementasi  proses demokrasi.

Untuk itu, agar Musrenbang lebih bermakna serta terwujudnya perencanaan  pembangunan yang berkelanjutan, maka diharapkan  kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mensinkronkan kegiatan yang ada di unit kerjanya dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga dana yang ada di SKPD pemanfataannya lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat.

“Apabila suatu perencanaan telah disusun sesuai skala prioritas diyakini sistem penyelenggaraan pemerintahan akan berlangsung baik sesuai dengan harapan masyarakat dan searah dengan visi – misi pemerintah daerah. Untuk itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar terus optimis membangun kesejahteraan secara menyeluruh dan berkeadilan, mempersiapkan kualitas dan sumber daya manusia sebagai modal dasar untuk maju dan berdaya saing tinggi. Selain itu menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan lingkungan di dalam melaksanakan pembangunan fisik yang akan berdampak pada kondisi lingkungan,” ujarnya.

Musrenbang Tingkat Kecamatan Ndoso tahun 2017 selain dihadiri oleh  Bappeda Manggarai Barat, Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kabag Pembangunan, Anggota DPRD Manggarai Barat dan beberapa utusan dari SKPD seperti Dinas PU dan Penataan Ruang, Dinkes, DPP KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, sebagai Nara sumber dan Penyampai informasi, juga  dihadiri oleh unsur Tripika Kecamatan Ndoso, Para Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Ketua BPD se Kecamatan Ndoso, Pendamping Desa, Utusan Perempuan dari setiap Desa, Tokoh Masyarakat, Utusan Partai Politik, Ketua TP PKK Kecamatan, Ketua Dharmawanita Kecamatan, rohaniwan katolik, Utusan PGRI, Pimpinan UPTD dan Para Pengawas TK/ SD sebagai peserta.

Dipahami  bersama bahwa, Musrenbang RKPD merupakan wahana publik  yang penting dan diyakini mampu mejembatani kebutuhan para pemangku kepentingan (stakeholders) memahami issue-issue strategis dan permasalahan pembangunan daerah untuk mencapai sebuah consensus terhadap prioritas pembangunan, dan consensus untuk pemecahan berbagai masalah pembangunan daerah dari keseluruhan proses perencanaan partisipatif. Musrenbang RKPD bertujuan menstrukturkan permasalahan,mencapai kesepakatan prioritas issue dan permasalahan daerah, dan wahana untuk mensinergikan berbagai sumber pendanaan pembangunan.

Untuk diketahui kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari yakni tanggal 21 sampai dengan 22 Februari 2017. Hari pertama di laksanakan Pra musyawarah perencanaan pembangunan (Pramusrenbang). Kegiatan Pra Musrenbang Tingkat  Kecamatan merupakan forum awal persiapan perencanaan pembangunan yang melibatkan para pelaku pembangunan tingkat Desa dalam lingkup wilayah Kecamatan Ndoso. Dengan tujuan untuk membahas, mempertajam dan menyepakati hasil-hasil musrenbang tingkat Desa serta kegiatan lintas sektor yang menjadi prioritas kegiatan pembangunan Desa/ Kecamatan.

Melalui forum ini, dilakukan sinergitas terhadap usulan program pembangunan di Desa dan berbagai usulan sektor yang ada. Hal ini dikemas dalam program prioritas Kecamatan sebagai bahan masukan dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan  untuk selanjutnya dijadikan pokok bahasan pada forum SKPD di tingkat Kabupaten dalam penyusunan RKPD 2018. (Aleks Guidi/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *