Bupati Pimpin Rakor Percepatan Pemenuhan BBM bersama MOR V Surabaya

Labuan Bajo – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (23/5) pagi menggelar rapat percepatan pemenuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Labuan Bajo, bersama  Kepala Region Manager Suply and Distribution, Marketing Operation Region (MOR) V Surabaya, Arman Siswandi, Kepala Operasional Depo BBM Reo, Jhodi Irawan, Dirut Operasional PT. Citra Sarijaya Migas, Iwan Ananta Wijaya dan PIC Manggarai Barat, Matias Mboi. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari upaya penanganan masalah BBM pasca bencana alam yang disampaikan Pemda Manggarai Barat kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Bidang Kemaritiman RI, di Jakarta tanggal 9 April lalu.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula  dan Kapolres Manggarai Barat Julisa Kusumowardono, S.I.K, M.Si, di ruang rapat Bupati Manggarai Barat. rapat diawali dengan laporan singkat dari PIC Manggarai Barat di Jakarta, Mathias Mboi. Menurutnya, kehadiran pihaknya bersama jajaran Pertamina merupakan arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman untuk membahas percepatan pemenuhan BBM, sesuai usulan yang telah disampaikan Pemda Manggarai Barat.

Dijelaskannya, pada prinsip Kementerian Bidang Kemaritiman RI sangat respon dengan semua usulan yang disampaikan Pemkab Manggarai Barat. Dan secara bertahap akan dibahas langsung dengan Pemkab Manggarai Barat. “Pemerintah Pusat melalui Kemenko bidang Kemaritiman sangat resposn dengan kebutuhan yang ada di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo. Dan secara bertahap berbagai kebutuhan tersebut akan dibahas bukan lagi di Jakarta tetapi langsung di Labuan Bajo,” jelasnya.

Usai laporan singkat tersebut, Bupati Gusti Dula langsung memimpin rapat dengan terlebih dahulu mengecek   kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemkab Manggarai Barat serta instansi vertical terkait. “Karena rapat ini penting, saya harus memastikan bahwa semua pihak yang diundang dalam rapat ini harus hadir. Dan yang belum hadir harus dipanggil bila perlu harus dijemput. Jangan sampai kita sebagai pihak yang sudah mengajukan, tidak hadir dalam rapat ini,” tegasnya.

Menurut Bupati Gusti Dula, Pemerintah dan masyarakat Manggarai Barat, patut bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah pusat yang memiliki perhatian yang besar. Semua permintaan dan usulan yang disampaikan, ditanggapi dengan baik. “Saya menyampaikan terimakasih atas kehadiran bapak-bapak dalam rapat ini. Rasa terimakasih saya ini dilandasi oleh semangat dari bapak-bapak sekalian yang begitu respek dengan Manggarai Barat, baik dari Kemenko Maritim, Kementrian ESDM melalui Pertamina maupun Kementerian Pariwisata,” katanya dengan bangga.

Menurut dia, salah satu solusi yang mengemuka dalam rapat koordinasi di Jakarta rencana pembangunan Floating Storage dengan kapasitas 300 s/d 500 Kilo Liter (KL) di Labuan Bajo. Dengan Floating Storage diprediksi bisa memenuhi kebutuhan BBM selama 7 (tujuh) hari.  Langkah ini merupakan alternatif yang akan dilakukan Pertamina untuk pemenuhan BBM jangka pendek.

“Kami (Pemda; red) menginginkan, bahwa usaha pertamina di Labuan Bajo ini permanen untuk jangka waktu lama. Kita mengalami kekurangan BBM, oleh karena itu kehadiran Pertamina dalam pertemuan ini diharapkan memberi harapan besar”, paparnya.

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian langkah konkrit upaya penanganan masalah BBM oleh semua peserta rapat yang hadir. (Tian Candra/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *