Bupati Mabar Perintahkan Buka Posko Bencana di Lembor

Labuan Bajo–Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula menugaskan Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Benediktus Banu hari ini, Jumat (08/12), untuk melihat dan memimpin secara langsung proses penanganan bencana angin putting yang menghancurkan puluhan   di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge Kecamatan Lembor yang terjadi kemarin. Pada prinsipnya warga mayarakat yang terkena musibah harus segera dibantu pada kesempatan pertama.

“Saya sudah menugaskan dan memerintahkan Asisten I, hari ini ke Lembor agar bersama Camat dan unsur Tripika segera melakukan gerakan kemanuasian dengan membuka posko Bantuan di Lembor,” kata Bupati Gusti Dula melalui sambungan telpon, yang rencananya hari ini menuju Kota Solo Jawa Tengah untuk menghadiri acara penerimaan Piagam HAM yang diselenggarakan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Menurut Bupati Gusti, peristiwa bencana angin putting beliung yang terjadi di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge Kecamatan Lembor sangat memprihatinkan. Pasalnya, dalam waktu sekejap puluhan rumah hancur. Karena itu, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk membantu para korban.

Dijelaskannya, untuk mengatasi masalah yang dihadapi warga di Desa Poco Rutang dan Kelurahan Tangge, akan dipakai Dana tanggap darurat/bencana. Berdasarkan informasi dari Sekretaris Daerah Manggarai Barat dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai Barat selaku Bendahara Umum Daerah (BUD) Dana Tanggap Darurat/Bencana masih tersedia. “Sekda telah memberikan laporan kalau dana tanggap darurat/bencana maish tersedia,” katanya.

Mekanismenya adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, mengajukan permohonan pencairan kepada Bupati melalui BUD. Dalam permohonan tersebut juga disertakan laporan bencana dengan surat pernyataan bencana.

Karena itu pasca terjadinya bencana angin putting beliung, pihak BPBD dan Dinas Sosial sudah diperintahkan ke lokasi bencana untuk mendaptkan data riil korban dan pada saat yang sama administrasi pencairan dana bantuan bencana diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain dari dana Tanggap Darurat/Bencana, bukan tidak anggaran mungkin juga dari APBD tetapi itu perlakuannya khusus karena memiliki rambu-rambu regulasi. Tetapi gerakan peduli dengan membuka posko bencana ini adalah spontanitas dari sesama warga yang didasari oleh gerakan moral.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Manggarai Barat, Drs. Benediktus Banu yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan, sejak pagi dirinya sudah berada di Kecamatan Lembor dan langsung berkoordinasi dengan Camat Lembor dan unsur Tripika. “Saya sekarang sudah berada di Lembor sesuai perintah di Bupati Manggarai Barat. Dan saat ini saya sedang melakukan koordinasi dengan Camat serta unsur Tripika Kecamatan Lembor,” katanya.

Dijelaskannya, dirinya bersama Camat dan Unsur Tripika Kecamatan Lembor sudah melihat lokasi bencana dan mendata semua warga yang menjadi korban bencana angin putting beliung. Hasil koordinasi akan segera disampaikan kepada Bupati/Wakil Bupati Manggarai Barat.  Hingga berita ini kami turunkan Asisten I bersama dengan pihak terkait masih melakukan rapat koordinasi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *