Bupati Mabar Minta Oknum Guide yang Memberi Umpan Komodo di Laut Ditindak Tegas

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula, meminta agar oknum guide yang memberi umpan Komodo di Laut segera dicari dan ditindak secara tegas. Atraksi pemberian umpan terhadap Komodo di laut tersebut perbuatan tidak terpuji dan dan tindakan biadab. Selain itu, pemilik Kapal yang mengangkut wisatawaan tersebut juga harus dicari juga.

Permintaan tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula, kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Budhy Kurniawan dan Kepala Syahbandar Labuan Bajo, Jasra Yuzi Irawan di ruang kerjanya, hari ini, Senin (09/04). “Pak Budhy, tolong cari dan temukan oknum guide yang memberi umpan Komodo di Laut, sementara Pak Jasra cari juga oknum pemilik Kapal,” pintanya.

Menurut Bupati, pihak Balai harus mencari dan memproses oknum guide tersebut sesuai aturan yang berlaku. Begitu juga dengan pihak Syahbandar, agar cari identitas pemilik Kapal pengangkut para wisatawan tersebut. “Segera proses, baik oknum guide maupun pemilik kapal. Ini sudah keterlaluan,” kata Bupati geram.

“Pak Budhy dan Pak Jasra, tadi ini sesungguhnya saya ingin pak Kapolres hadir, tetapi ternyata beliau (Kapolres; red) sedang Dinas luar dan hari ini baru pulang. Tetapi besok (Selasa, 10/04), kita rapat lagi dengan Pak Kapolres membahas kasus tersebut. Kita ingin tahu apakah perbuatan oknum guide tersebut masuk kategori pidana. Jika ya, segera proses biar oknum tersebut bertanggung jawab atas perbuatannya,” jelas Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyoroti lemahnya koordinasi dari pihak BTNK sebagai instansi yang mengelola penuh Taman Nasional Komodo. Menurut Bupati, jika ada persoalan di wilayah TNK, mestinya pihak Balai segera lakukan koordinasi dengan cepat.

“Begini Pak Budhy, walau pengelolaan TNK itu langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bukan berarti menugurangi atau memutuskan komunikasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten. Karena bagaimanapun, TNK itu ada dalam wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Saya harap ke depan komunikasi perlu diperbaiki, ini harus menjadi kasus terakhir, dimana informasi itu justru saya dapatkan dari masyarakat,” pintanya.

Pelaku Oknum Guide Sudah ditemukan

Sementara itu, Kepala BTNK Budhy Kurniawan menjelaskan oknum guide bersama pelaku lainnya yang ada dalam video sudah ditemukan. Dan pihak BTNK akan menindak tegas oknum tersebut. Selain itu, kapal yang digunakan sudah diidentifikasikan dan pemiliknya juga sudah tahu. “Bapak Bupati, dapat kami laporkan bahwa oknum guide yang memberi umpan Komodo di laut sudah kami temukan, dan saat ini tengah kami proses, begitu juga dengan pemilik Kapal,” jelasnya.

Menurut Kurniawan, semenjak beredarnya Video tersebut pihaknya langsung melakukan Investigasi  kejadian Pengumpanan Komodo itu. Hasil investigasi antara lain Tour guide membawa turis untuk melihat komodo liar dari dekat di pantai Nusa Kode, selanjutnya Tour guide menghalau komodo yang mendekat dengan agresif.

Aktivitas tersebut dilarang karena berbahaya apalagi dilakukan di zona inti (lokasi di Nusa Kode, Selatan Rinca) yang seharusnya tertutup untuk publik. “Kami sudah memanggil tour guide-nya dan langsung diinvestigasi oleh Penegakan Hukum (Gakkum) dan Balai TNK. Guide, kapal, dan tour operator diberi peringatan keras. Guide sudah membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi. Apabila mengulangi, maka akan di-blacklist oleh Balai TNK dan tidak boleh beroperasi lagi di TNK,” jelas Kurniawan.

Larangan tersebut jelasnya, berlaku untuk semua operator, kapal, dan guide, bahwa tidak boleh melakukan aktivitas ke darat di Zona Inti, tanpa persetujuan dari Balai TNK. “Minggu depan Balai TNK akan mengeluarkan rilis peta zonasi. Dalam peta itu akan nampak, mana Zona yang boleh untuk umum, mana yang zona inti. Hal ini sebagai antispasi terulangnya kejadian ini,” katanya.

Selanjutnya BTNK akan memasang papan peringatan di lokasi, mengingat banyaknya lalu lintas turis di area tersebut karena merupakan salah satu lokasi dive spot untuk kapal Live On Board (LOB). BTNK tentu akan menindak tegas bagi para pelanggar aktivitas yang tidak sesuai dengan zonasi. “Kami (BTNK; red), segera memasang papan peringatan di Lokasi. Dan pelanggar akan kami tindak tegas,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Syahbandar, Jasra Yuzi Irawan menjelaskan akan memperketat aturan kapal-kapal wisata yang biasa berperasi di perairan Taman Nasional Komodo. Sebelumnya, pihak Syahbandar sudah mengeluarkan aturan agar semua Kapal wajib membawa Sampah ke daratan, dan hal tersebut sudah diterapkan. (Tim/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *