Bupati Mabar: Keamanan Merupakan salah satu faktor utama penarik investasi

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dula mengatakan salah satu faktor utama penarik investasi adalah keamanan. Atas dasar itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendukung sepenuhnya kehadiran Brigade Mobil (Brimob). Sebagai bukti dukungan Pemkab Manggarai Barat telah menyiapkan dan menghibahkan sebidang tanah di sebelah utara tempat Wisata Batu Cermin kepada Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Teggara Timur (NTT), untuk dijadikan Markas Komando (Mako) Brimob.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menerima kunjungan Komandan Kompi (Danki) 4 Brimob untuk Manggarai Barat, Raimondo De Jesus, di ruang kerjanya, Kamis (01/02). “Keamanan adalah salah satu faktor yang sering ditanyakan para Investor untuk mereka lakukan investasi. Umumnya investor akan tertarik untuk beriventasi di Manggarai Barat, apabila adanya jaminan keamanan. Karena itu kami (Pemkab; red) membutuhkan kehadiran semua aparat keamanan termasuk Brimob,” katanya.

Menurut Bupati Gusti Dula, kehadiran Brimob sangat diharapan untuk memperkuat keberadaan TNI/Polri di Manggarai Barat. Apalagi, sambungnya, Kabupaten Manggarai memiliki letak yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten dan Provinsi lain, terutama dalam upaya menjaga keamanan di perairan Manggarai Barat. “Beberapa waktu lalu, kami dikejutkan dengan adanya penyebaran foto pembantaian rusa di media online dan media social, yang diduga terjadi di pulau Komodo. Foto-foto tersebut menjadi viral bahkan menjadi perhatian banyak pihak, termasuk pemerintah Pusat,” tandasnya.

Dan terkait foto-foto pembantaian rusa yang merupakan salah satu binatang yang hidup dan sebagai salah satu mangsa Komodo, sangat sulit untuk menemukan pelakunya. Jika pembantaian itu benar-benar terjadi, itu karena kurangnya pengamanan di pulau komodo dan sekitar. Sehingga oknum yang tidak bertanggung dengan leluasa melakukan penangkapan rusa yang ada di pulau Komodo. Padahal, sebagaimana diketahui Komodo merupakan ikon wisata di Manggarai barat yang sudah diakui dunia internasional.

“Jika rusa dibantai, berarti Komodo tidak aman. Jika Komodo tidak aman, maka itu ancaman paling berbahaya untuk pariwisata Manggarai Barat. Karena itu, saya harapkan Brimob segera hadir di Labuan Bajo dan membantu aktivitas pengamanan,” jelas Bupati.

Sementara itu Danki Brimob, Raimondo de Jesus, kepada Bupati Gusti menyampaikan pihaknya siap membantu Pemda dalam upaya menciptakan keamanan di seluruh wilayah Manggarai Barat, termasuk di perairan Pulau Komodo dan sekitarnya. “Mohon ijin Bapa Bupati, pada prinsipnya kami (Brimob; red) siap untuk menjalankan tugas pengamanan diminta atau tidak sambil membangun komunikasi dan menjaga kemitraan,” tegas Raimondo.

Hubungan kemitraan ini, sambungnya lagi juga dilakukan dengan TNI/Polri. Sebab, tanpa hubungan yang harmonis tidak bisa terjalan rasa aman. Brimob merupakan bagian integral dari Kepolisian Republik Indonesia. “TNI dan Polri tidak bisa jalan sendiri-sendiri. Kita harus bergandengan tangan untuk membuat Kabupaten Manggarai Barat ini nyaman,” tegasnya.

Dimana tugas pokoknya, melaksanakan dan mengerahkan kekuatan Brimob Polri guna  menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi. Terutama yang berkaitan dengan kerusuhan massa, kejahatan berorganisir bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radiokatif bersama dengan unsur pelaksana operasional Kepolisian lainnya guna mewujudkan tertib hukum serta ketentraman masyarakat diseluruh yuridis Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tugas-tugas lain yang dibebankan pada Brimob. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *