Bupati Tegaskan, Saatnya Pangan Lokal Sebagai Unggulan

Lengkong Cepang – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula menegaskan sebagai mana telah dituang dalam tema Hari Pangan Sedunia (HPS) tahun 2018, maka sudah saatnya pangan lokal sebagai unggulan dan penyangga utama ketahanan pangan. Pangan lokal sebagai unggulan artinya kita menjadikan padi, sorghum, pisang, ubi-ubian, jagung, kedelai  menjadi tanaman pertanian unggulan atau prioritas kita.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Gusti Dula, saat memberi sambutan pada puncak peringatan HPS ke-38 tingkat Kabupaten Manggarai Barat, di Aula Paroki St. Yohanes pembaptis Lengkong Cepang, Lembor Selatan. Jumat (25/10). “Ini saatnya pangan local sebagai unggulan dan penyangga utama ketahanan pangan,” tegasnya.

Menurut dia, ada keuntungan yang sangat besar apabila komoditas seperti sorghum, pisang, ubi-ubian, jagung, dan tanaman lainya menjadi tanaman prioritas. Setidaknya kita bisa menentukan kemandirian dan ketahanan pangan dan tidak tergantung pada satu jenis tanaman saja seperti padi. “Intinya kita mesti menanam tanaman lain, sehingga tanpa beraspun kita bisa bertahan,” tegasnya.

Namun hal itu bisa terwujud dengan adanya konsep one day no rise atau sehari tanpa beras/nasi. Konsep ini selain sebagai upaya untuk mengurangi ketergantung akan beras, juga menghindari dari penyakit akibat kebanyakan mengkonsumsi beras yakni penyakit gula.

One day no rice adalah selain sebagai upaya untuk mengurangi ketergantung kita akan beras, juga menghindari kita dari penyakit akhibat kebanyakan mengkonsumsi beras yakni penyakit gula. Data menunjukan bahwa banyak masyarakat Mabar yang mengidap penyakit gula akhibat terlalu sering mengkonsumsi nasi dari beras yang banyak mengandung unsur kimia. Hal ini ini tentunya harus dicegah dengan cara mengkonsumsi makanan pengganti beras, meski hanya sehari saja,” ungkapnya.

Selanjutnya Bupati mengajak seluruh stakeholder yang bergerak dalam bidang ketahanan pangan, untuk terus bekerja keras mengatasi kerawanan pangan. Kita mesti memastikan ketersediaan pagan terjamin. Dengan terjaminnya ketahanan pangan, menunjukan bahwa kita berdaulat di bidang pangan. “Saya mengajak seluruh stakeholder yang bergerak dalam bidang ketahanan pangan, untuk terus bekerja keras mengatasi kerawanan pangan,” ajaknya.

Turut hadir Perwakilan unsur Forkopimda, Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Manggarai Barat Nyoya Maria Aloisia M. D. Dula, SPd., beberapa pimpinan OPD lingkup Pemda Mabar, Para Camat, para Kepala Desa sekecamatan Lembor Selatan, LSM dan tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Tian Candra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *