Bupati Gusti: PS-BI merupakan Bentuk Nyata Upaya Pelestarian Budaya

Melo, Desa Liang Ndara – Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula mengatakan Pembangunan Rumah Adat di Melo Desa Wisata Liang Ndara Kecamatan Mbeliling melalui Program Sosial Bank Indonesia (PS-BI) merupakan suatu bentuk nyata upaya pelestarian budaya.  Dan warga Melo, harus bersyukur karena PSBI dilaksanakan di Melo, padahal banyak kampung di Manggarai Barat ini yang membutuhkan bantuan Pembangunan rumah adat.

Hal ini disampaikan Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula (Bupati Gusti Dula) dalam sambutan usai mengikuti peresmian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dedikasi untuk Negeri,  di Melo Desa Liang Ndara Kecamatan Mbeliling, Sabtu (23/11) sore. “Sebagai Bupati, saya berterimakasih kepada Bank Indonesia oleh karena Bank Indonesia telah membangun rumah adat ini. Pembangunan rumah adat ini merupakan upaya melestariakan budaya,” paparnya.

Menurut Bupati Gusti, tugas selanjutnya adalah menjaga dan mengoptimalkan rumah adat yang sudah dibangun. “Saya harap, rumah adat yang telah dibangun ini untuk dimanfaatkan betul untuk mengembangkan dan melestarikan budaya. Karena dengan melestarikan budaya berarti turut mendukung pariwisata Labuan Bajo sebagai pariwisata dunia,”jelasnya.

Sementara itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan Bank Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang menjaga kestabilan perekonomian akan tetapi Bank Indonesia juga ingin memberikan kontribusi nyata untuk membangun Ekonomi di daerah melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

“Bank Indonesia tidak hanya berfungsi menjaga agar ekonomi stabil, tetapi juga berkomitment agar Bank Indonesia berkontribusi nyata dalam membangun perekonomian masyarakat di daerah melalui Program Sosial Bank Indonesia. Salah satunya adalah dalam upaya pelestarian budaya,” tegas Damayanti.

Dia menjelaskan, PSBI Dedikasi Untuk Negeri ini dilaksanakan sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Ir. H. Jokowi Widodo. Bahwa Bank Indonesia harus mengambil bagian dalam mengembangkan pariwisata di sepuluh destinasi pariwisata strategis nasional dan salah satunya adalah Manggarai Barat.

“Di Nusa Tenggara Timur pariwisatanya lengkap, Alamnya indah sekali dan mempunyai Komodo yang merupakan Hewan Langka di Dunia. Akan tetapi NTT khususnya Manggarai Barat tidak hanya mempunyai alam yang indah dan hewan langka Komodo saja,  Manggarai Barat mempunyai atraksi Budaya yang sungguh luar biasa. Melo menjadi pilihan kami,  oleh karena di Melo aktivitas pariwisata budaya sudah dimulai dan perlu didukung,” imbuhnya.

Lebih lanjut Destry menjelaskan bahwa Bank Indonesia dalam upaya pelestarian Budaya tidak hanya membangun fisik rumah adat akan tetapi Ekosistemnya perlu juga dibagun berupa pelatihan peningkatan SDM untuk warga di Melo ini. “Kami akan terus mendukung dan mendorong upaya pelestarian ini,  tidak hanya bangunan fisik tapi kami akan membatu menyiapakan ekosistemnya,  karena dalam membangun pariwisata perlu masyarakatnya dilatih bagaimana menyiapkan diri untuk menghadapi wisatawan,” paparnya.

Diakhir sambutannya,  Destry Damayanti menyuguhkan sebuah pantun. Pantun yang menggambarkan kebanggan karena pelaksanaan PSBI berjalan dengan baik, dengan selesainya pembangunan rumah adat dan gapura di Melo. “”Rumah Kayu Beratap Jerami, Sambil Minum Tuak Melihat Tari Caci,” demikian pantun yang disampaikan Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh semua yang hadir. (Tian Candra/**).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *