Bupati Gusti Dula lakukan Panen Simbolis Jagung di Watu Weri, Desa Watu Repi

Watu Repi – Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula hari ini (Jumat, 06/04) melakukan panen simbolis Tanaman Jagung di Kampung Watu Weri Desa Watu Repi Kecamatan Lembor Selatan. Tanaman Jagung di Watu Weri ini memanfaatkan lahan warga yang belum pernah dimafaatkan sebelumnya atau lahan tidur seluas 15 ha. Dinas  Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Manggarai Barat mendorong Kelompok Tani Worang Tonas untuk memanfaatkan lahan tidur tersebut.

Seperti disaksikan humas.manggaraibaratkab.go.id, Bupati Gusti Dula yang didampingi Ketua TP PKK, Nyonya Wys Dula, sempat kaget melihat lautan Jagung di Watu Weri tersebut.  “Pak Kadis (Anggalinus Gapul; red) , programkan agar kita jadikan Watu Repi sebagai Desa sebagai Desa jagung. Ini luar biasa,” celetuk Bupati sebelum melakukan panen secara simbolis Jagung.

Menurut Bupati kelahiran Reweng ini, lahan-lahan ‘tidur’ harus dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Tanaman Jagung di Desa Watu Repi ini menandanakan bahwa inovasi dan kreasi kita  berhasil dan hasilnya nyata. “Sekali lagi, manfaatkan lahan tidur yang ada di Watu Weri, Desa Watu Repi ini untuk kita jadikan lahan Jagung. Ternyata lahan ‘tidur’ ini bisa menjadi lahan produktif,” tandasnya.

Dikatakanya, usaha memanfaatkan lahan ‘tidur’ ke depannya akan memberikan harapan besar. Dan hal ini erat kaitannya dengan ketahanan pangan terlebih untuk mendukung sektor Pariwisata. “Sektor Pariwisata kita telah mendunia. Pariwisata kita butuh dukungan sektor pertanian, karna itu kita mesti siap. Usaha pertanian ini kedepannya tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi rumah tangga, tapi untuk pemenuhan kebutuhan pariwisata,” jelas Bupati.

Mengingat Kabupaten Manggarai Barat telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Artinya kebutuhan Hotel dan Restoran di Labuan Bajo bisa dipenuhi oleh hasil pertanian kita sendiri. Tidak boleh kebutuhan hotel dan restoran didatangkan dari luar daerah. Ini tantangan untuk para petani. Petani harus mampu berbuat, harus mampu bersaing jangan sampai petani tidak bisa menikmati perkembangan pariwisata Manggarai Barat. “Karena itu mari kita sama sama bekerja,” ajak Bupati Gusti, memotivasi Kelompok Tani Worang Tonas Desa Repi.

Sementara itu Kadis TPHP Manggarai Barat, Anggalinus Apul dalam laporannya menjelaskan dalam target Dinas yang dipimpinnya pada tahun 2018 telah menetapkan 5.578 Ha Lahan Kering yang tersebar di wilayah Kecamatan Lembor Selatan untuk ditanami Jagung. Namun dalam pelaksanaan masyarakat hanya menyanggupi 2.500 Ha. Dari 2.500 Ha, lahan yang terealisasi ditanami jagung baru 1.600 Ha.

Namun demikian, pihaknya berjanji untuk terus mendorong petani di Kecamatan Lembor Selatan untuk  memenuhi target tersebut. Karena itu untuk mendukung Kecamatan Lembor Selatan sebagai Lautan Jagung demikian Kadis Angga, perlu giat dari para petani dan peran serta stakeholder yang ada untuk memanfaakan lahan yang masih kosong. Apabila target 5.578 Ha di Kecamatan Lembor Selatan ini bisa dijalankan maka rencana Gerakan Sejuta Ton jagung itu bisa terealisasi.

Selama melakukan panen Jagung, Bupati terlihat bangga dan bahagia dengan keberhasilan Jagung di Watu Weri, Desa Repi ini yang ditanam kelompok Tani Worang Tonas. Dan saking bangga dan bahagia, Bupati sampai memikul sendiri jagung-jagung yang telah dipanen dalam sebuah keranjang (roto). (Tim/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *