Bupati Gusti Dula: “Kesehatan adalah Hak Masyarakat, Pemerintah Wajib Sediakan Faskes Layak”

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch. Dula menegaskan bahwa Kesehatan merupakan Hak Masyarakat. Karena itu Penyediaan Fasilitas kesehatan (Fakses) yang layak wajib dilakukan pemerintah untuk mencapai cita-cita bersama yaitu Indonesia Sehat.

“Kesehatan adalah hak seluruh masyarakat dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan Fasilitas Kesehatan yang bermutu, mudah diakses dan terjangkau. Penyediaan pelayanan kesehatan yang bermutu ini dimaksudkan untuk menjamin terciptanya masyarakat yang sehat, yang bermuara pada cita-cita bersama “ Indonesia Sehat,” tegas Bupati Gusti Dula usai membuka kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tingkat Kabupaten Manggarai Barat di Aula Hotel Green Prundi, Senin (19/3).

Sebelumnya Bupati dua periode ini cukup kaget setelah mendapat laporan terkait 3 masalah pokok kesehatan di Manggarai Barat, seperti TBC, Stunting dan Imunisasi. “Jujur, sebagai Bupati saya sangat kaget dengan laporan tersebut. Karena itu terhadap tiga hal pokok tersebut saya harap harus menjadi perhatian petugas kesehatan mengatasinya. Petugas Kesehatanharus bekerja keras, fasilitas kesehatan yang rusak atau belum ada segera dilaporkan untuk dianggarkan dalam APBD,” tegasnya.

Menurut Bupati Gusti Dula, Program “Ketuk Pintu” yang saat ini dijalankan semua Puskesmas untuk mengatasi berkembangnya penyakit TBC harus dioptimalkan. Bupati pun memberi apresiasi terhadap langkah tersebut. “Saya memberikan apresiasi terhadap langkah yang saat ini dijalankan semua Puskesmas dengan Program Ketuk Pintu. Mengingat TBC merupakan penyakit menular yang cukup berbahaya,” katanya.

Program Ketuk Pintu demikian Bupati, merupakan langkah Konkrit untuk memotong rantai penularan TBC. Mudah mudahan tahun 2030, TBC benar benar tereliminasi dari kabupaten Manggarai barap. Begitu juga dengan persoalan Stunting dan Imunisasi. Mengenai Stunting sebagaimana peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013 tentang Gerakan nasional Percepatan Perbaikan Gizi, yang fokus utamanya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), harus menjadi perhatian serius.

Penyebutan stunting atau kerdil tentu berhubungan dengan panjang atau tinggi badan sesorang yang tidak sesuai dengan usianya. Stunting erat kaitannnya dengan asupan gisi. “Hitung sejak terjadi pembuahan, kelahiran dan seterusnya sampai 1000 hari kita mulai dengan gerakan Gizi. Karena Stunting atau kerdil ini disebabkan kekurangan gizi. Karena itu petugas kesehatan perhatikan hal ini. Jangan sampai 20 sampai 30 tahun kedepan kabupaten Manggarai Barat dipenuhi dengan orang-orang kerdil,” katanya.

Lebih lanjut bupati menegaskan bahwa isu stunting hendaknya tidak hanya menjadi perhatian Dinas Kesehatan, tetapi OPD lain yang terkait harus mebahas isu ini, terutama OPD yang bergerak dibidang penyediaan pangan, Pendidikan dan Sanitasi. “Saya tegaskan Dinas Kesehatan, Dinas Pangan dan Lingkungan hidup adalah OPD yang mempunyai andil dalam masalah stunting ini termasuk pihak Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesdes dan Posyandu. Bangun sebuah komitmen agar Stunting bisa dieliminasi dari Manggarai Barat,” pintanya.

Demikian juga dengan masalah Imunisasi. Pada 2017, menurut data Dinas Kesehatan Manggarai Barat menyebutkan hanya 95 dari 169 Desa/Kelurahan di Kabupaten Manggarai Barat mencapai target minimal 80% bayi didesa tersebut dengan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Masih saja ditemukan ada balita yang tidak mencapai IDL. Terhadap hal ini Bupati meminta Dinas Kesehatan Manggarai Barat untuk membedah persoalan ini dengan serius, termasuk Soal Mutu vaksin.

“Untuk semua petugas Kesehatan, yang saya tahu setiap bulan selalu diadakan Posyandu Bayi dan Balita. Pertanyannya, Apakah saat itu semua Bayi-Balita dibawa ke Posyandu? Apakah ketersediaan Vaksin terjaga? Saya Minta masalah ini dibedah dengan serius, termasuk soal mutu Vaksin tersebut. Jangan main-main,” tegasnya.

Dijelaskan Bupati, semua persoalan yang telah disebutkan harus menjadi agenda utama Rakerkesda. “Kiranya Forum ini bisa menghasilkan sesuatu yang dibanggakan demi terwujudnya masyarakat yang sehat. Karena hanya dengan masyarakat yang sehat pembangunan bisa dijalankan dengan baik, sehingga pada akhirnya cita-cita Bersama “Indonesia Sehat” Bisa terwujud,” kata Bupati seraya pamit untuk melanjutkan kegiatan lain. (Chrystian Candra/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *