Bupati Gusti Dula: “Judesa Bukti Komitmen Jokowi-JK Bangun Indonesia dari Pinggiran”

Desa Siru, Lembor – Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula mengaku senang dan gembira saat melihat Jembatan Untuk Desa Asimetris (Judesa) yang telah mengubungkan dua Desa di Kecamatan Lembor yakni Desa Siru dan Wae Wako. Pembangunan Judesa ini sebagai bukti yang tidak bisa dibantah bahwa Presiden  RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden M. Jusuf Kala (JK) benar-benar mengimplementasi Nawacita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran.

Pengakuan tersebut disampaikan Bupati Gusti Dula dalam sambutan usai melihat dan melintasi secara langsung Judesa di Desa Siru, Kecamatan Lembor, hari ini, Sabtu (28/04). “Saya sangat senang dan gembira melihat Judesa ini yang sangat luar biasa. Ini bukti komitmen yang tinggi dari Presiden Jokowi-JK dalam implementasi Nawacita ketiga,” kata Bupati penuh semangat yang disambut tepuk tangan warga Desa Siru dan Wae Wako.

“Karena itu pada kesempatan yang sangat baik ini, saya atas nama masyarakat Desa Siru dan Desa Wae Woka mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian Presiden Jokowi melalui pihak kementerian dalam membantu memudahkan akses warga,” ungkap Bupati yang lagi-lagi disambut tepuk tangan warga desa yang sempat hadir.

Menurut Bupati yang dalam berbagai kesempatan selalu memuji-muji Pemerintah Pusat karena banyaknya perhatian, Jembatan gantung yang di desain agak berbeda dari jembatan biasanya ini merupakan contoh jembatan gantung ke-2 (dua) yang dibuat di Indonesia. Dan Ini juga merupakan jembatan penghubung antara Desa Siru dan Desa Wae Wako yang selama ini dipisahkan oleh sungai.

Dirinya berharap dengan diresmikannya jembatan itu, mobilitas masyarakat setempat bisa meningkat dan berdampak pada kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari, khususnya bagi anak-anak Sekolah yang selama ini kesulitan karena menyeberang sungai lagi.  Namun, Judesa yang sebentar lagi akan dimanfaatkan ini mempunyai aturan yang harus dipatuhi sehingga umurnya bisa lama.

Warga Desa Siru dan Wae Wako, demikian Bupati harus mematuhi larangan yang sudah dipasang dibagian ujung Judesa. “Saya perlu ingatkan, agar warga menjaga dengan baik Judesa ini, jangan sampai melanggar. Aturan sudah dipasang di ujung Judesa, baca baik-baik,” ujarnya.

Usai sambutan, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Judesa dari Kepala Satker Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Ir. Budiprastiyo Doelrachman, MUP kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat Ir. Oktavianus Andi Bona.

Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati Manggarai Barat dan Kepala Badan Litbang PUPR Dr. Ir. Danis Sumadilaga, M.Eng.Sc. Sebagai penutup dilakukan pengguntingan pita sebagai simbol diresmikannya penggunaan Jembatan Gantung atau Judesa ini.

Hadir dalam peresmian Judesa ini Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono S. lK, Kepala Kejaksaan Negeri Manggarai Barat (Kajari) Yulius Sigit Kristanto, SH, MH, Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Mbon Rofinus, SH., M.Si dan beberapa Pimpinan OPD terkait.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Kementerian PUPR Rezeki Paranginangin, M.Sc. MM, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional X-Kupang Kementerian PUPR Ir. Hadrianus Bambang N. W, M.Sc, dan Kepala Balai Litbang Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bidang Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Satrio Sang Raksono.

Sekitar pukul 12.00 Wita, Bupati dan rombongan meninggalkan lokasi peresmian Judesa untuk selanjutnya menutup kegiatan Kegiatan Kontes Sapi di Lapangan Sepak Bola Kaka Botek-Wae Nakeng Lembor. (Agustinus/Asty/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *