Bupati Gusti Dula Buka Rakerkesda Tingkat Kabupaten Manggarai Barat

Labuan Bajo – Bupati Mangggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula membuka secara resmi Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tingkat Kabuapaten Manggarai Barat. Rakerkesda dengan tema Percepatan Eliminasi Tuberculosis (TBC), penurunan Stunting dan Peningkatan Cakupan serta Mutu Imunisasi melalui PIS-PK dan Germas ini berlangsung di Aula Rapat Hotel Green Prundi-Labuan Bajo, Senin (19/3).

Bupati Gusti Dula dalam sambutan dihadapan peserta Rakerkesda menjelaskan kesehatan merupakan salah satu modal dasar pembangunan bangsa, termasuk di Kabupaten Manggarai Barat. Karena itu menjaga kesehatan masyarakat dengan pola hidup sehat menjadi sesuatu yang penting bagi daerah ini. “Modal dasar dari suatu pembangunan bangsa adalah kesehatan. Seseorang tidak mungkin bisa membangun kalau orang tersebut sakit,” jelasnya.

Menurut Bupati, berbagai persoalan kesehatan yang selama ini terjadi dan ditemukan di Kabupaten Manggarai Barat, harus sudah menjadi pelajaran berharga untuk dicarikan solusinya terutama yang terjadi pada generasi muda. Karena generasi muda penerus pembangunan bangsa haruslah generasi yang sehat sehingga mampu memberikan segenap hidup dan kompetensinya bagi kemajuan daerah dan bangsa serta demi masa depannya. “Kesehatan itu modal dasar, sekali lagi modal dasar. Karenanya, wewujudkan masyarakat Mabar yang sehat sejak usia balita tidak boleh dianggap sepele,”  tandasnya.

Bupati dua periode ini berharap materi yang dibahas dalam Rakerkesda benar-benar berangkat dari persoalan yang terjadi di masyarakat. Dan hasilnya harus menjadi rekomendasi untuk dianggarakan dalam APBD Kabupaten Manggarai Barat. “Saya harap materi yang dibahas dalam Rakerkesda ini direkomendasikan kepada saya untuk selanjutnya anggarakan ke APBD. Ini serius, jangan sampai selesai rakerkesda, diam. Ini sangat menyedihkan padahal kesehatan adalah modal dasar pembangunan. Kalau kita tidak sehat pembangunan tidak mungkin bisa berjalan baik,” harapnya..

Kepada Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Kabupaten Manggarai Barat, Bupati secara khusus meminta agar pro aktif dengan melaporkan sejak dini segala keperluan pembangunan yang berkaitan denhan kesehatan. “Kalau ada fasilitas kesehatan (faskes) yang kurang, sampaikan. Ingat, kesehatan itu sangat penting disamping pembangunan disektor pertanian dan pendidikan. Persoalan kesehatan di Manggarai Barat ini tidak cukup dengan mengeluh, tetapi harus dibarengi dengan tindakan dan usulan pembangunan kesehatan,” tegas Bupati yang saat membuka Rakerkesda didampingi kejari Manggarai Barat, Yulius Sigit Kristanto, SH, MH.

Untuk diketahui Rakerkesda ini merupakan agenda tahunan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat. Tujuan Rakerkesda untuk meningkatkan kualitas rencana kerja kesehatan yang berbasis data dan anggaran, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program kesehatan di daerah sehingga bisa menjawab persoalan kesehatan di kabupaten Manggarai Barat.

Menurut Kadis Kesehatan Mabar, dr. Maria Imakulata Djelulut, di Manggarai Barat ada tiga kasus yang masih menjadi perhatian serius antara lain kasus TBC, Stunting atau gizi buruk pada balita, dan kejadian luar biasa difteri dan campak akhibat mutu dan kualitas vaksin yang ada serta kekuatan surveilans di berbagai daerah. Ketiga persoalan tersebut (TBC, stunting dan Imunisasi) mendorong Dinas Kesehatan untuk menkaji, menganalisasi dan menentukan arah program kerja kesehatan kedepan dengan melibatkan semua stakeholder yang ada di Kabupaten Manggarai Barat.

Peserta Rakerkesda jelasnya terdiri dari Kepala OPD lingkup Pemerintah Manggarai Barat yang terkait, Kepala UPTD Puskesmas dan UPTD Instalasi Farmasi, Pimpinan BPJS Labuan Bajo, Ketua Badan Pertimbangan Kesehatan Daerah (BPKD) Manggarai Barat, Pimpinan Klinik dan para Pemerhati kesehatan WVI dan Yayasan Dian Desa. (Chrystian Candra/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *