Bupati dan Wabup Mabar Hadiri Acara Adat Congko Lokap Mbaru Gendang Werak

Labuan Bajo – Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch.  Dula dan Wabup Manggarai Barat Maria Geong, bersama sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menghadiri acara adat congko lokap mbaru Gendang Werak, Desa Pong Welak, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Senin (5/8/2019). Congko dalam Bahasa Indonesia adalah pungut dan Lokap adalah kotoran.

Dalam kaitan pembangunan rumah adat, Congko Lokap dimaknai sebagai pembersihan sisa-sisa/kotoran kayu yang tidak terpakai dan sisa-sisa lainnya selama rumah adat dibangun. Selain itu, sisa-sisa/kotoran yang dimaksud juga perbuatan atau tingkah laku yang kurang baik. Acara adat Congko Lokap Gendang Werak ini, dimeriahkan dengan permainan Caci. Dan yang bertindak sebagai meka landing (tamu) adalah warga Lembor Selatan.

Tiba di gerbang (pa’ang) Kampung (Beo) Werak, Bupati dan rombongan dijemput secara adat, Tuak Curu. Selanjutnya diantar oleh grup ronda untuk masuk ke rumah (mbaru) gendang untuk selanjutnya diterima secara adat juga, Manuk Kapu.

Saat acara adat Manuk Kapu, Tu’a-Tu’a Gendang Werak menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati dan rombongan karena berkenan hadir dalam acara adat Congko Lokap ditengah kesibukan sebagai pemimpin di Kabupaten Manggarai Barat. “Yo…ite Ema ata caun ngasang landuk Manggarai Barat, neho joeng tuka koe-neho tending tuka mese lut manga ranga-neki weki dite one acara adak congko lokap ho’o. ho’o kin lami ngasang ga, manuk taukapu ite ngasang ema,” demikian juru bicara Gendang Werak.

Atas penyampaian tersebut, Bupati Gusti (yang juga fasih bertutur adat) menyampaikan terima kasih karena sudah diundang untuk menghadiri acara Congko Lokap Gendang Werak. “Yo..ite ngasang ema, ase-kae ce’e gendang Werak, wan ata koen-etan ata tu’an, neho lami kole, nisang nai-bombong rak ai kewit lite ngasang ema ce mai gendang. Olo kewit, ho’o neng ami mai, tau naka cama ai poli gi hesen ngasang mbaru gendang. Rantang mu;u kanang ho’o kin dami te cama laing acara adat ho’o (sambil menyerahkan tanda kebersamaan),” demikian Bupati.

Usai penerimaan secara adat, Bupati dan rombongan diperkenankan untuk menyaksikan atraksi Caci di halaman (natas) Beo Werak. Bupati, Wakil Bupati dan beberapa pimpinan OPD yang hadir diperkanankan untuk melakukan paki reis. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *