Antisipasi Meluasnya DBD, Satgas Lakukan Fogging di Desa/Kelurahan se-kota Labuan Bajo

Labuan Bajo – Satuan Petugas (Satgas) Kondisi Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Manggarai Barat melakukan fogging (pengasapan) untuk mengantisipasi  meluasnya serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menyusul ratusan orang positif terserang penyakit berbahaya tersebut.

Koordinator Satgas Fogging, Paulus Mami kepada humas.manggaraibaratkab.go.id, Rabu (09/01) menjelaskan kegiatan fogging bertujuan untuk membunuh nyamuk dewasa dan memutus rantai penularannya, tetapi bukan pada jentiknya. Fogging akan dilaksanakan pada semua Desa dan Kelurahan yang ada di kota Labuan Bajo, serta pada kecamatan-kecamatan yang terdapat kasus DBD, seperti di Terang Kecamatan Boleng dan Wae Nakeng Kecamatan Lembor.

Menurut Paulus Mami, penyakit DBD merupakan salah satu jenis penyakit yang cukup berbahaya dan ganas,  karena bisa menyebabkan kematian jika terlambat atau salah dalam penanganannya. Kemudian penyakit itu juga sangat mudah sekali menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.

Namun penularan penyakit DBD tersebut susah terdeteksi, dimana nyamuk penular yaitu aedes aegypty bisa muncul kapan saja dan dimana saja sepanjang hari. Dengan penyemprotan yang dilakukan kata dia, diharapkan dapat membantu menanggulangi serangan penyakit DBD. Karena penyemprotan tersebut dilakukan dengan tujuan melokalisir dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya serangan penyakit DBD itu sendiri.

Ia menyebutkan, wilayah yang akan dilakukan pengasapan sesuai perintah Bupati/Wakil Bupati Manggarai Barat, antara lain di Desa Batu Cermin, Kelurahan Wae Kelambu, Kelurahan Labuan Bajo dan Desa Gorontalo. ”Dalam pengasapan ini, yang dibasmi adalah nyamuk dewasa sudah membawa virus dengue. Sedangkan untuk nyamuk yang masih dalam bentuk larva, langkah efektif penanggulangannya dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yakni dengan menghilangkan media perkembang-biakan nyamuk berupa genangan air,” katanya.

Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa memahami ketentuan mengenai masalah pengasapan atau fogging. ”Pengasapan itu, pada dasarnya merupakan penyemprotan racun untuk membunuh nyamuk. Karena itu, dalam aturan Kemenkes disebutkan, pengasapan hanya bisa dilakukan bila memang di satu wilayah ditemukan kasus DBD,” jelas dia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *